Saham Saratoga Amblas 11%, Gara-gara Quick Count?

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
18 April 2019 11:52
Saham Saratoga Amblas 11%, Gara-gara Quick Count?
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin diunggulkan dalam hasil hitung cepat atau quick count, saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) anjlok hingga 10,94%.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat, anjloknya saham SRTG itu terjadi pada perdagangan Kamis pagi ini (18/4/2019) hingga pukul 09:17 WIB. Pada periode itu, satu unit saham SRTG dihargai Rp 3.420.

Namun pada pukul 11:10 WIB, harga saham SRTG mulai rebound ke level Rp 3.630/saham atau melemah sebesar 5,47%.


Pada perdagangan hari sebelumnya, Selasa (16/4/2019) harga saham SRTG mencapai Rp 3.840/saham, sementara pada Rabu perdagangan saham libur saat gelaran Pilpres 2019.



Mengacu laporan keuangan 2018, saham perusahaan dimiliki oleh Sandiaga Uno sebesar 22,62%, Edwin Soeryadjaya 31,04%, PT Unitras Pertama 31,68%, Michael Soeryadjaya 0,006%, Andi Esfandiari 0,01%, dan publik 14,59%.


Adapun per 31 Maret 2019, porsi kepemilikan Sandiaga Uno terhadap SRTG masih sebesar 22,31%, atau setara dengan 605,36 juta saham.

Selain itu, SRTG juga telah menyatakan maksudnya untuk membeli kembali (buyback) maksimal 20 juta saham yang beredar di publik dengan alokasi dana sebesar Rp 110 miliar. Informasi tersebut tertuang dalam rilis keterbukaan informasi perusahaan pada Selasa pekan ini.

Sabagai informasi SRTG merupakan perusahaan investasi yang memberikan pendanaan pada sejumlah perusahaan di berbagai bidang, seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, infrastruktur, dan jasa keuangan. SRTG juga memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, infrastruktur, dan perkebunan.

Berdasarkan laporan keuangan SRTG tahun 2018, perusahaan mencatatkan rugi bersih senilai Rp 6,13 triliun. Jauh lebih buruk dibanding capaian tahun 2017 yang masih bisa mencetak laba bersih Rp 3,16 triliun.

Sandiaga Uno, sebagai salah satu pemegang saham Saratoga, maju sebagai calon wakil presiden pada pemilihan umum tahun 2019, berdampingan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Namun hingga saat ini hasil quick count Indo Barometer mengindikasikan kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan perolehan suara 54,32%, senada dengan beberapa lembaga survei lainnya dengan persentase keunggulan Jokowi yang berbeda.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(taa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading