Inflasi Inggris Stagnan, Poundsterling Gagal Bangkit

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 April 2019 20:40
Inflasi Inggris Stagnan, Poundsterling Gagal Bangkit
Jakarta, CNBC Indonesia - Kurs poundsterling gagal bangkit pada perdagangan Rabu ini (17/4/19) setelah kembali tertekan terhadap mata uang dolar AS usai rilis data inflasi Inggris yang stagnan.

Pada perdagangan pukul 20:16 WIB, pound diperdagangkan di kisaran 1,3036/US$, padahal sebelumnya sempat naik ke area 1,3066/US$, melansir kuotasi MetaTrader 5.

Office for National Statistic (ONS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi Inggris di bulan Maret sebesar 1,9% (year-on-year), sama dengan kenaikan bulan sebelumnya.


Mengutip data dari Forex Factory, inflasi di bulan Maret lebih rendah dari prediksi 2,0%.



Padahal jika data ini menunjukkan peningkatan, pound memiliki peluang untuk menguat terhadap dolar AS dengan melihat pergerakannya di perdagangan sesi Asia.


Sebelumnya pada Selasa, data tenaga kerja Inggris dirilis bagus, yang menjadi modal awal pagi pound untuk menguat. Namun pada akhirnya pound harus melemah terhadap dolar setelah mendapat sentimen negatif dari isu Brexit alias keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Mengutip Reuters, Pimpinan Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan tidak ada kesepakatan yang dicapai antara oposisi dengan pemerintah terkait wilayah pabean di Kepulauan Irlandia (Irish Backstop).

Sementara itu anggota Parlemen Inggris, Frank Field, seperti dikutip CNBC International, akan mengajukan proposal untuk bertahan di wilayah pabean Uni Eropa.

Field yang akan mengajukan proposal tersebut mengatakan langkahnya akan memberikan tekanan bagi Perdana Menteri Theresa May dan pemimpin oposisi Jeremy Corbyn yang sedang berdiskusi untuk membuat proposal Brexit yang dapat diterima semua pihak.

Proposal yang akan diajukan oleh Field bersama salah satu anggota parlemen dari Partai Konservatif, Kenneth Clarke, diperkirakan akan membuat geram para pendukung Brexit, yang ingin memperoleh kesepakatan dagang baru pasca-Brexit.

Menurut bank sentral Inggris (BOE), belum jelasnya arah Brexit dikatakan menjadi hambatan utama melajunya ekonomi Inggris.

Secara fundamental BOE mengakui ekonomi Inggris lebih bagus dari prediksi, ini membuat poundsterling menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik melawan dolar AS sejak awal tahun ini.


TIM RISET CNBC INDONESIA 

(pap/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading