Genjot Pembangunan Tol, Jasa Marga Alokasi Capex Rp 20 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 April 2019 13:33
Genjot Pembangunan Tol, Jasa Marga Alokasi Capex Rp 20 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 20 triliun tahun ini. Sumber pendanaan berasal dari sindikasi perbankan, penerbitan dana investasi infrastruktur (dinfra), surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) dan zero coupon bond.

Hari ini, Jasa Marga bersama mencatatkan Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur bernama DINFRA Toll Road Mandiri-001 senilai Rp 423,5 miliar di Bursa Efek Indonesia dengan total target dana kelolaan sebesar Rp 1 triliun.

Underlying asset KIK Dinfra ini adalah ruas tol Gempol - Pandaan sepanjang 13,61 kilometer. Jalan tol Pandaan yang dikelola oleh PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT), anak usaha PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Perusahaan juga sedang menyiapkan penerbitan medium term notes sebesar Rp 800 miliar, namun belum bisa ditetapkan target penerbitannya karena masih menanti aturan mengenai insentif pajak dari Kementerian Keuangan, sedangkan penerbitan zero coupon bond masih dalam tahap sosialisasi.


"Target belanja modal tahun ini sebesar Rp 20 triliun," ungkap Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal, kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia saat ditemui seusai acara pencatatan Dinfra, Senin (15/4/2019).

Catatan CNBC Indonesia, pada tahun lalu, perusahaan dengan kode saham JSMR tersebut berhasil membukukan laba bersih Rp 2,202 triliun, naik 0,10% dari Rp 2,200 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perseroan di bisnis jalan tol tercatat hanya tumbuh tipis 9,67% menjadi Rp 9,78 triliun dari perolehan Rp 8,92 triliun di akhir Desember 2017. Adapun pendapatan total perusahaan sepanjang 2018 mencapai Rp 36,97 triliun, naik 5,36% dari tahun 2017 sebesar Rp 35,09 triliun.

"Revenue dari operasional pada tahun ini ditargetkan meningkat 10-15%," kata Donny Arsal, menambahkan.

Sepanjang 2018, laba bersih per saham juga tak mengalami pergeseran yang berarti karena hanya naik menjadi Rp 303,48/saham yang naik dari Rp 303,15/saham. Pada periode tersebut aset lancar perusahaan mengalami penyusutan menjadi Rp 11,81 triliun dari posisi akhir 2017 yang sebanyak 18,98 triliun.

Adapun aset tak lancar naik menjadi Rp 70,60 triliun dari Rp 60,20 triliun secara year on year (YoY), menjadikan total aset perusahaan menjadi Rp 82,41 triliun.

Total liabilitas perusahaan mengalami kenaikan tipis menjadi Rp 62,21 triliun dari 60,83 triliun secara YoY. Terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 31,08 triliun dan jangka panjang sebesar Rp 31,13 triliun. Di pos ekuitas, nilainya ditutup di level Rp 20,19 triliun di akhir Desember 2018. Naik dari Rp 18,35 triliun di akhir 2017. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading