Jasa Marga-Mandiri Investasi Bidik Target Dinfra Rp 1 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 April 2019 10:46
Jasa Marga-Mandiri Investasi Bidik Target Dinfra Rp 1 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) hari ini mencatatkan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Dana Investasi Infrastruktur bernama DINFRA Toll Road Mandiri-001 senilai Rp 423,5 miliar di Bursa Efek Indonesia.

Dalam penerbitan kali ini yang bekerjasama dengan PT Mandiri Manajemen Investasi, dana kelolaan yang ditargetkan bisa mencapai Rp 1 triliun.

Peluncuran KIK DINFRA ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin 15 April dan disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, jajaran deputi Kementerian BUMN, direksi Jasa Marga dan Mandiri Manajemen Investasi.


Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menyatakan instrumen ini adalah KIK Dinfra yang pertama kali dicatatkan di pasar modal tanah air. Melalui instrumen ini, ia mengajak masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur.


Menurut Desi, aset penyertaan atau underlying asset KIK Dinfra ini adalah ruas tol Gempol - Pandaan sepanjang 13,61 kilometer. Jalan tol Pandaan yang dikelola oleh PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT), anak usaha Jasa Marga.

Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan, Dinfra adalah instrumen yang berbentuk kontrak investasi kolektif yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya sebagian besar diinvestasikan pada aset infrastruktur oleh manajer investasi.


Sebelum menerbitkan instrumen ini, Jasa Marga telah mengeluarkan berbagai instrumen pendanaan seperti sekuritisasi aset ruas tol Jagorawi, project bond, komodo bond hingga reksa dana penyertaan terbatas berbasis ekuitas (RDPT). 

"Kita berharap makin banyak tidak hanya institusi, masyarakat yang berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur," kata Desi. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno,mengatakan instrumen yang baru diterbitkan ini cukup ramai dibeli investor ritel. Menurut Rini, investor ritel penting untuk pendalaman dan stabiliasi pasar modal.

"Perlu ditekankan investor KIK Dinfra 50 persennya ritel. Saya mengucapkan selamat kepada semua pihak yang menawarkan ini karena ini sangat penting. Ritel penting pendalamna dan stabilisasi pasar modal," kata dia.

Ia pun berharap, ke depannya akan makin banyak BUMN lain dan korporasi yang mengeluarkan produk sejenis.

"Melalui penawaran umum saya berharap makin banyak pihak yang mau keluarkan produk seperti ini," ungkap Rini.
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading