Danai Tol Pandaan, Dinfra Mandiri Investasi Raup Rp 400 M

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
12 April 2019 19:33
Danai Tol Pandaan, Dinfra Mandiri Investasi Raup Rp 400 M
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Mandiri Manajemen Investasi berhasil mengumpulkan dana investasi senilai Rp 300 miliar-Rp 400 miliar untuk produk Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) hingga pertengahan April ini. 

"Target dana kelolaan [asset under management/AUM] sampai dengan Rp 1 triliun, kami buat beberapa tahap pembelian [subscribe]," ujar Endang Astharanti, Direktur Mandiri Investasi, melalui pesan singkat, Jumat ini (12/4/19). 

Dinfra, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), adalah instrumen yang berbentuk kontrak investasi kolektif yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya sebagian besar diinvestasikan pada aset infrastruktur oleh manajer investasi.


Dinfra adalah produk baru pasar modal yang digagas untuk membiayai proyek infrastruktur yang sedang giat dilakukan pemerintah.


Sebelumnya, target dana kelolaan atau AUM atas Dinfra ini pernah disampaikan sebesar Rp 1,5 triliun.

Menurt Asti, panggilan akrabnya, dana investasi produk tersebut masih tetap akan disalurkan untuk pembiayaan jalan tol Pandaan (Pasuruan, Jatim) yang dikelola oleh PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT), anak usaha PT Jasa Marga Tbk (JSMR).  

Sebelumnya, produk Dinfra perdana Mandiri Investasi tersebut bernama DINFRA Mandiri-JPT001.
 

Produk Mandiri Investasi tersebut sudah mendapatkan izin dari OJK sejak Oktober tahun lalu dan mulai disosialisasikan pada gelaran IMF-World Bank Meeting di Bali pada bulan yang sama, tetapi kemudian penerbitannya mundur hingga sekarang. 

Dia mengatakan produk Dinfra Toll Road Mandiri-001 tersebut akan dicatatkan di papan Bursa Efek Indonesia pada awal pekan depan dan sudah dapat dibeli investor di pasar sekunder.           

Pekan ini, Dinfra Toll Road Mandiri-001 baru dicatatkan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Mandiri Investasi adalah anak usaha tidak langsung dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melalui PT Mandiri Sekuritas.

Perseroan menjadi satu dari tiga manajer investasi yang awalnya berniat menerbitkan Dinfra lebih dulu sejak aturannya keluar pada Juli 2017, bersama dengan PT Paytren Aset Manajemen dan PT Ayers Asia Asset Management.

Namun, Dinfra pertama yang dicatatkan di KSEI adalah Dinfra Bowsprit Township Development pada September 2018 yang diusung manajer investasi Grup Lippo yaitu PT Bowsprit Asset Management, meskipun mekanismenya tidak dicatatkan di bursa efek.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading