Mandiri Siap Selamatkan Krakatau Steel, Ini Skemanya!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 April 2019 13:03
Mandiri Siap Selamatkan Krakatau Steel, Ini Skemanya!
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan telah menyetujui proposal restrukturisasi utang yang diajukan oleh emiten baja BUMN, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Skema restrukturisasi yang akan dilakukan adalah melalui pengurangan aset dan penerbitan convertible bond alias obligasi konversi.

Saat ini, Bank Mandiri menjadi kreditor terbesar bagi KRAS dengan kredit jangka pendek senilai US$ 225 juta atau Rp 3,17 triliun dan Rp 830 miliar.


"Intinya kami mendukung [restrukturisasi], Krakatau Steel ini kan industri strategis nasional dan kami melihat prospek ke depan dengan pertumbuhan demand dari sektor infrastruktur dan konstruksi harusnya masih bagus, jadi kami mendukung," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Tiko, panggilan akrabnya, menjelaskan selain melalui skema pengurangan aset dan convertible bond, pihaknya berharap peran PT Inalum (PT Indonesia Asahan Aluminium) sebagai calon perusahaan holding Krakatau Steel diharapkan akan membantu kinerja produsen baja BUMN itu.


"Peranan Inalum, nanti sebagai calon holding KRAS membantu KS juga lebih kompetitif dan efisien dalam operasi ke depan," kata Tiko.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno tak berkomentar banyak terkait hal itu.

"Mbo tanya sama KS gitu lho, aku kan gak bisa detail satu satu toh. Silakan bicara sama banknya," ujar Rini, usai pencatatan Dinfra Jasa Marga-Mandiri Manajemen Investasi.

Sebelumnya, Rini Soemarno turun tangan terkait kondisi utang KRAS yang cukup pelik. Menurutnya, tidak ada jalan lain selain melakukan restrukturisasi dengan melibatkan bank milik negara (Himbara).

Saat ini, kata dia proses restrukturisasi telah berjalan, sebab pada 22 Maret lalu, Bank-bank Himbara menyetujui proposal restrukturisasi utang KRAS.

Seperti diketahui, KRAS masih mencatatkan rapor merah dari sisi kinerja keuangan. Selama 7 tahun beruntun, KRAS mencatatkan kerugian.

Dalam laporan keuangan 2018, rugi bersih KRAS tercatat senilai US$ 74,82 juta atau Rp 1,05 triliun (kurs Rp 14.000/US$) menurun dibandingkan 2017 senilai US$ 81,74 juta. Selain itu, KRAS mencatatkan kenaikan pendapatan 20% menjadi US$ 1,73 miliar, dibandingkan 2017 sebesar US$ 1,44 miliar. Namun, yang menjadi tantangan terbesar dari emiten ini adalah utang sepanjang 2018 yang tercatat US$ 2,49 miliar. Jumlah ini mengalami kenaikan 10,45% dibandingkan 2017 sebesar US$ 2,26 miliar.

Utang jangka pendek yang dimiliki KRAS lebih besar dibandingkan utang jangka panjang. Utang jangka pendek KRAS senilai US$ 1,59 miliar, naik 17,38% dibandingkan 2017 senilai US$ 1,36 miliar. Sementara utang jangka panjang pabrik baja pelat merah ini sebesar US$ 899,43 juta.

Adapun, beban pokok pendapatan membengkak menjadi US$ 1,58 miliar pada 2018, dari US$ 1,23 miliar pada 2017.

Sepanjang 2018, KRAS mencatatkan total aset US$ 4,29 miliar, dengan total aset tidak lancar US$ 3,31 miliar dan total aset lancar US$ 989,720 juta.

Selain itu, nilai kas dan setara kas turun menjadi senilai US$ 173,28 juta dari tahun sebelumnya US$ 280,87 juta. (tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading