Derita Rugi 7 Tahun, BEI Awasi Ketat Produsen Rokok Bentoel

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
11 April 2019 - 16:39
Derita Rugi 7 Tahun, BEI Awasi Ketat Produsen Rokok Bentoel
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau emiten produsen rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) karena masih mencatatkan kerugian sejak 7 tahun lalu.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia menjelaskan, pihaknya memonitoring perusahaan tercatat berdasarkan sektornya terlebih dulu, setelah itu fokus ke tiap perusahaan dan membandingkan kinerja dengan industri yang sama.

"Setelah itu masuk ke per individu di situ yang akan menentukan kemampuan dari top manajemennya untuk mendirect perseroan mau dibawa ke mana," ungkap Nyoman, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (11/4/2019).


Bagaimana sebetulnya kinerja perusahaan dengan merek dagang seperti Lucky Strike dan Dunhill ini dibandingkan dengan pelaku industri lainnya?

Sebagai gambaran, PT H M Sampoerna Tbk (HMSP) masih menjadi emiten dengan raihan laba tertinggi dengan mencatatkan laba bersih Rp 13,54 triliun sepanjang tahun 2018. Naik 6,85% dari tahun sebelumnya Rp 12,67 triliun.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM), mencatatkan laba bersih Rp 7,97 triliun pada tahun 2018, naik 3,44% dari tahun 2017 sebesar Rp 7,7 triliun. Sedangkan, tahun lalu, Bentoel membukukan rugi Rp 608,46 miliar, naik dari tahun sebelumnya Rp 480,06 miliar.

Otoritas bursa juga membuka kemungkinan akan memanggil pihak Bentoel atau hearing, lantaran mendera rugi dalam rentang waktu cukup lama. Hanya dia belum bisa memastikan kapan pertemuan emiten dengan sandi RMBA tersebut dengan bursa

"Itu pentingnya kita lakukan hearing, kita panggil eh teman-teman kamu laba kok, kamu gimana. Bentoel nanti saya cek, saya ga hafal karena gak semua saya ikut hearingnya," kata dia.

Informasi saja, dalam laporan keuangan perusahaan sepanjang tahun 2018 disebutkan, perusahaan membukukan pertumbuhan penjualan 8,21% year-on-year (YoY) menjadi Rp 21,92 triliun dari penjualan periode sebelumnya Rp 20,26 triliun.

Capaian penjualan Bentoel tersebut kemudian tertekan dengan tingginya pembiayaan di pos beban, terutama beban penjualalan, serta beban umum dan administrasi

RMBA berhasil mengantongi laba kotor pada 2018 senilai Rp 2,66 triliun. Namun, laba tersebut tereliminasi karena perusahaan harus membayar beban penjualan, serta beban umum dan administrasi dengan total Rp 2,92 triliun.

Lebih lanjut, di akhir periode 2018, total aset perusahaan naik tipis menjadi Rp 14,88 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 14,08 triliun. Terdiri dari aset lancar Rp 9,58 triliun dan aset tidak lancar Rp 5,3 triliun.

Liabilitas perseroan pada 2018 naik cukup signifikan menjadi Rp 6,51 triliun dari yang sebelumnya Rp 5,16 triliun. Dengan masih didominasi liabilitas jangka pendek senilai Rp 6,03 triliun kemudian liabilitas jangka panjang Rp 485,06 miliar. Sementara nilai ekuitas di periode tersebut tercatat mencapai Rp 8,37 triliun.

Saksikan video Cukai Rokok Batal Naik

[Gambas:Video CNBC]
(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading