Tambah Modal, Atlas Resources Berencana Private Placement

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
10 April 2019 16:37
PT Atlas Resources Tbk (ARII) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Non-HMETD).
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan pertambangan, PT Atlas Resources Tbk (ARII) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Non-HMETD) atau private placement guna menjaga struktur permodalan perusahaan yang kuat.

Persetujuan atas rencana private placement ini masuk dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ini (10/4/2019). 
Rencana itu akan dimintakan persetujuan RUPST yang akan digelar pada Senin pagi, 27 Mei 2019, di Gourmet Kemang, Jakarta Selatan.

Hanya saja belum terungkap besaran jumlah saham baru dan harga pelaksanaan private placement, berikut calon investor yang menjadi pembeli siaga.

Agenda lain RUPST tersebut yakni persetujuan dan pengesahan laporan tahunan 2018, penetapan penggunaan laba bersih 2018, dan penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan 2019, besaran remunerasi yang diterima direksi dan komisaris.


"Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPST ialah pemegang saham yang tercatat pada 2 Mei 2019," kata Lidwina S Nugraha, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Atlas Resources, dalam keterbukaan informasi di BEI.

Tahun lalu, laporan keuangan Atlas menunjukkan, perseroan membukukan pendapatan naik menjadi US$ 38,16 juta, atau setara dengan Rp 534 miliar (asumsi kurs Rp 14.000/US$) dari tahun sebelumnya US$ 28,73 juta. Namun perusahaan ini masih merugi bersih US$ 28,31 juta dari rugi tahun 2017 sebesar US$ 15,52 juta.


Dalam laporan keuangan, disebutkan beberapa strategi dalam menjaga 
struktur permodalan ialah menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar, menerbitkan saham baru, mendapatkan pinjaman baru, atau menjual aset untuk mengurangi pinjaman.

"Pada 31 Desember 2018, Grup [Atlas] membukukan rugi serta memiliki defisit sebesar US$ 131.358 dan modal kerja negatif. Melalui entitas anaknya, Grup mempunyai kontrak jangka panjang dengan PLN yang pada tahun 2018 adalah sebesar lebih dari 3,2 juta ton sehingga Grup akan terus meningkatkan produksi di tahun-tahun ke depan."

Per akhir 2018, saham Atlas dipegang oleh PT Calorie Viva Utama sebesar 39,69%, Andre Abdi (Presdir) 15,41%, UBS AG Hong Kong 10,10%, sisanya manajemen dan komisaris lainnya, serta investor publik 23,79%.

Pada perdagangan Rabu ini, saham ARII minus 0,56% di level Rp 885/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 2,66 triliun.


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading