IMF: Shutdown Pukul Ekonomi AS

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
09 April 2019 20:13
IMF: Shutdown Pukul Ekonomi AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih lambat daripada proyeksi sebelumnya.

Dalam World Economic Outlook (WEO) 2019 yang dirilis Selasa (9/4/2019), ekonomi terbesar di dunia itu diperkirakan hanya tumbuh 2,3% di 2019 dari 2,5% yang diperkirakan di Oktober lalu.

Perlambatan pertumbuhan itu akan berlanjut di 2020 menjadi 1,9% akibat hilangnya stimulus fiskal dari pemerintahan Presiden Donald Trump.


"Revisi ke bawah untuk pertumbuhan 2019 menggambarkan dampak penutupan pemerintahan (government shutdown) dan belanja fiskal yang lebih rendah dari perkiraan," menurut laporan tersebut.

"Sementara itu, sedikit revisi ke atas untuk (pertumbuhan) di 2020 menggambarkan kebijakan moneter yang lebih akomodatif dibandingkan saat proyeksi Oktober dibuat," tambahnya.

AS menghadapi penutupan pemerintah selama 35 hari akhir Desember hingga Januari lalu. Itu adalah shutdown terlama sepanjang sejarah negara adidaya tersebut.

Kantor Anggaran Kongres (Congressional Budget Office/ CBO) AS mengeluarkan hasil riset bahwa penutupan pemerintahan atau government shutdown tersebut membuat ekonomi AS kehilangan kehilangan US$3 miliar (Rp 42,3 triliun).

Lembaga itu juga mengatakan penutupan pemerintahan akan membuat ekonomi AS lebih rendah 0,02% dari yang diharapkan pada tahun 2019.

Sementara itu, meskipun memangkas proyeksi pertumbuhan AS, IMF mengatakan perkiraan laju ekspansi ekonomi di 2019 itu berada di atas angka pertumbuhan potensial Negeri Paman Sam.

"Permintaan dalam negeri yang kuat akan mendorong impor lebih tinggi dan berkontribusi pada melebarnya defisit transaksi berjalan," tulis IMF.

Dalam laporan yang sama, lembaga internasional yang bermarkas di Washington, AS, itu memangkas habis proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini hingga 0,4 poin persentase menjadi 3,3% di 2019 akibat perlambatan yang terjadi di berbagai negara di dunia.

Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan 3,7% yang diperkirakan dalam WEO edisi Oktober tahun lalu dan lebih lambat dibandingkan capaian 3,6% di 2018.





(prm/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading