Wah! IMF Pangkas Habis Proyeksi PDB Global di 2019

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
09 April 2019 20:00
Wah! IMF Pangkas Habis Proyeksi PDB Global di 2019
Jakarta, CNBC Indonesia - Dana Moneter Internasional (IMF) lagi-lagi memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini hingga 0,4 poin persentase akibat perlambatan yang terjadi di berbagai negara di dunia.

Dalam World Economic Outlook (WEO) 2019 yang dirilis Selasa (9/4/2019), lembaga internasional yang berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS), itu memperkirakan produk domestik bruto (PDB) global hanya akan tumbuh 3,3% di 2019.

Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan 3,7% yang diperkirakan dalam WEO edisi Oktober tahun lalu. Angka itu juga lebih lambat dibandingkan capaian 3,6% di 2018.


Dalam WEO Update yang dikeluarkan Januari lalu, IMF juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,5% dari 3,7% di Oktober. Proyeksi kali ini menjadi pemangkasan ketiga sejak gelaran pertemuan tahunan IMF di Nusa Dua, Bali, Oktober lalu.

Wah! IMF Pangkas Habis Proyeksi PDB Global di 2019Foto: Gedung kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) (REUTERS/Yuri Gripas)


Untuk 2020, IMF memperkirakan ekonomi bisa tumbuh lebih cepat di level 3,6% meskipun angka ini pun turun 0,1 poin persentase dibandingkan proyeksi di Oktober.

"Proyeksi saat ini menggambarkan perkiraan bahwa pertumbuhan global akan mendatar di paruh pertama 2019 dan stabil setelah itu," tulis laporan tersebut.

IMF mencatat adanya perlambatan pertumbuhan yang cukup signifikan di paruh kedua tahun lalu yang merupakan gabungan dari berbagai faktor yang memengaruhi beberapa negara besar di dunia.

Pertumbuhan ekonomi China menurun sebagai akibat dari kombinasi antara pengetatan kebijakan untuk memberantas shadow banking dan meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS, menurut IMF.

Sementara itu, perekonomian Uni Eropa (UE) kehilangan lebih banyak momentum dari yang diperkirakan menyusul keyakinan konsumen dan para pelaku bisnis yang terus menurun. Selain itu, terganggunya produksi mobil di Jerman yang merupakan motor ekonomi Eropa dan melemahnya permintaan khususnya dari negara-negara berkembang di Asia ikut menyeret ekonomi zona euro.

Di Jepang, serangkaian bencana alam memukul perekonomian terbesar ketiga di dunia itu. Selain itu, ketegangan perdagangan juga memukul keyakinan para pelaku bisnis dan memperburuk sentimen pasar.

Namun, tekanan itu telah sedikit mereda di awal 2019 saat bank sentral AS Federal Reserve memberi sinyal akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Selain itu, para pelaku pasar juga lebih optimistis akan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China, menurut laporan tersebut.

"Kenaikan yang diproyeksikan terjadi di paruh kedua 2019 itu didasarkan pada pembentukan kebijakan stimulus yang sedang berlangsung di China, sentimen pasar keuangan global yang membaik, berkurangnya risiko-risiko yang memperlambat pertumbuhan di zona euro, dan kestabilan bertahap di ekonomi beberapa negara berkembang yang sedang tertekan, seperti Argentina dan Turki," tulsi IMF.

"Momentum yang membaik bagi negara-negara berkembang akan berlanjut di 2020," tambahnya. "Namun, kegiatan ekonomi di negara-negara maju akan terus melambat secara bertahap karena dampak stimulus fiskal AS mereda..."

Setelah 2020, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan stagnan di 3,6% dalam jangka menengah.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading