Masih Rugi Kok Saham Karakatau Steel Naik 5,56%? Ini Jawabnya

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 April 2019 15:56
Masih Rugi Kok Saham Karakatau Steel Naik 5,56%? Ini Jawabnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten produsen baja pelat merah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) pada perdagangan di sesi kedua menguat 24 poin atau 5,56% ke level Rp 456 per sahamnya.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menyebut, penguatan saham tersebut lantaran adanya isu yang berhembus, Krakatau Steel akan masuk ke holding pertambangan. Padahal, jika ditilik secara tren, dalam bulan terakhir, saham Krakatau Steel dalam trend penurunan terimbas sentimen rilis kinerja pada tahun 2018 dan Operasi Tangkap Tangan KPK terhadap salah satu direksi Perseroan.

"Sentimen mengenai rumor masuknya KRAS ke holding pertambangan menjadi sentimen positif bagi sahamnya. Karena rumor ini tentu akan menjadi treatment untuk mengurangi resiko kondisi neraca keuangan perseroan," kata Alfred, kepada CNBC Indonesia, Selasa (9/4/2019).

Selain itu, kata Alfred, dari sisi valuasi price to book (P/BV) ratio, saham KRAS sangat murah dengan P/BV 0,3x. Kondisi ini terjadi karena pasar mengantisipasi kondisi merugi perusahan kedepan yang akan menurunkan nilai bukunya.


Alfred menuturkan, kinerja perusahaan BUMN produsen baja ini memang masih mencatatkan rugi bersih, tapi berkurang pada 2018. Kondisi dari penurunan harga baja yang berlangsung sejak semester II 2018 masih belum menunjukan perubahan arah, sehingga sulit untuk menghasilkan laba di tahun ini.

Sementara tingginya beban keuangan akibat utang yang dimiliki semakin memberatkan kala perseroan belum bisa menghasilkan laba operasi, justru sebaliknya, merugi.

"Beban bagi kinerja KRAS tidak hanya dari kondisi rugi yang masih dialami namun juga tekanan dari beban keuangan. Tekanan likuiditas dari beban utang jangka pendek yang besar ikut membebani KRAS saat ini," kata Alfred menambahkan.

Pendapat senada juga diutarakan Analis Panin Sekuritas William Hartanto. Ia tidak menampik isu masuknya KRAS ke Holding BUMN tambang menjadi salah satu katalis positif bagi pergerakan saham KRAS.

"Tapi kalau pergerakan harga saham, saat ini masih dalam trend menurun dengan support Rp 440 dan resistance Rp 500 - Rp 525 per sahan," ungkapnya, kepada CNBC Indonesia. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading