Keok Lawan Dolar AS, Yen Terpuruk di Level Terendah 3 Pekan

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
08 April 2019 07:07
Keok Lawan Dolar AS, Yen Terpuruk di Level Terendah 3 Pekan
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang yen Jepang babak belur di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pekan lalu. Dalam lima hari perdagangan, yen hanya berhasil menguat sekali saja, sisanya K.O.

Bahkan jika melihat lebih ke belakang, hal serupa terjadi pada perdagangan 25 sampai 29 Maret sehingga yen mencatat pelemahan dua pekan beruntun terhadap dolar (USD/JPY bergerak naik).



Akibat kinerja buruk tersebut, yen kini berada di level terlemah tiga pekan terhadap dolar. Pada awal perdagangan hari ini, Senin (8/4/19), yen berada di kisaran 111,69/US$ tidak jauh dari penutupan perdagangan Jumat (5/4/19) di level 111,70/US$, mengutip kuotasi MetaTrader 5.


Faktor utama yang membuat yen terus melemah adalah bursa saham global yang terus menguat. Yen merupakan mata uang yang dianggap safe haven sehingga ketika terjadi penguatan aset-aset berisiko seperti saham, yang memberikan imbal hasil tinggi, yen akan ditinggalkan oleh investor.

Seiring dengan pelemahan yen dalam dua pekan bertuntun, bursa saham AS atau Wall Street berkebalikan dengan membukukan penguatan dua pekan beruntun. Terlihat jelas bagaimana korelasi negatif yang kuat antara bursa saham dengan yen.

Korelasi negatif berarti jika satu aset bergerak naik, maka aset yang lain akan bergerak turun.



Faktor pendongkrak kinerja bursa saham belakangan ini adalah harapan akan segera berakhirnya perang dagang AS - China. Perkembangan perundingan kedua negara tersebut berjalan mulus pekan lalu. Negosiator dari AS maupun China menunjukkan sikap positif dan memberikan harapan damai dagang segera terlaksana.

Kedua Presiden, Donald Trump dan Xi Jinping juga melontarkan pernyataan positif, XI mengatakan kedua belah pihak telah mencapai perkembangan yang baru dan substansial terkait dengan isu-isu penting bidang perdagangan dalam sebulan terakhir, seperti dilaporkan oleh media pemerintah China, Xinhua, yang dikutip dari CNBC International.

Di sisi lain Presiden Trump juga menyatakan adanya kesepakatan damai dagang bisa diketahui dalam empat pekan ke depan.



Balik ke AS, selain harapan damai dagang, rilis data tenaga kerja yang cukup bagus pada Jumat lalu juga menghilangkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadi resesi. Data tenaga kerja AS sering dijadikan barometer kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut, yang membuat dolar AS terus berjaya.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading