Inflasi Zona Euro Melambat, Efek Perang Dagang dan Brexit?

Market - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
01 April 2019 21:00
Inflasi Zona Euro Melambat, Efek Perang Dagang dan Brexit?
Brussels, CNBC Indonesia - Tingkat inflasi Zona Euro Maret 2019 berada pada level 1,4% secara year on year (tahunan) atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 1,5%. Demikian laporan yang disampaikan Eurostat, kantor statistik Uni Eropa (UE).

Perlambatan inflasi di Zona Euro tak lepas dari kekhawatiran bahwa ekonomi Eropa sedang berada pada masa-masa sulit. Salah satu faktor pendorong adalah efek Brexit.

Perlambatan inflasi muncul seiring tanda-tanda ganda dari pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, terutama di motor perekonomian Jerman dan ekonomi terbesar kedua di UE, yaitu Prancis.


Inflasi inti yang turun menjadi 0,8% merupakan sebagai tanda bahwa permintaan tersendat di Eropa.

"Gambaran keseluruhan inflasi inti yang suram tetap ada," kata Bert Colijn, ekonom senior di ING, seperti dilansir dari AFP.



Indikasi kuartal pertama yang lemah untuk Zona Euro meningkat, karena survei menunjukkan produksi bulan lalu hingga Maret terseret lebih jauh oleh kelemahan manufaktur. Produsen "melaporkan penurunan tertajam mereka selama enam tahun" karena tekanan meningkat dari perang dagang dan kekhawatiran Brexit. Demikian pernyataan IHS Markit pada 22 Maret.

Ini karena Bank Sentral Eropa (ECB) menambah kekhawatiran ketika sang gubernur, Mario Draghi, mengisyaratkan bahwa suku bunga akan tetap rendah lebih lama dari yang diantisipasi sebelumnya. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan dan inflasi.

Inflasi Zona Euro Melambat, Efek Perang Dagang dan Brexit?Foto: Infografis/Poin-poin Perjanjian Brexit/Arie Pratama


Analis pasar modal Jack Allen mengatakan beberapa penurunan inflasi dapat dijelaskan oleh efek teknis, "sehingga berlanjutnya pelemahan dalam PMI manufaktur akan menjadi kekhawatiran yang lebih besar bagi ECB."

Sementara itu, tingkat pengangguran di zona euro tetap stabil di 7,8% pada Februari, level terendah sejak Oktober 2008. Demikian laporan Eurostat. Pengangguran di Zona Euro telah turun secara stabil sejak September 2016, ketika turun di bawah ambang 10,0%.

Sekarang pengangguran mendekati tingkat rata-rata saat krisis keuangan 2007-2008, yaitu di 7,5%. Di antara 19 negara UE, tingkat pengangguran terendah pada Februari tercatat di Jerman sebesar 3,1% dan Belanda 3,4%.

Tingkat tertinggi tercatat di Yunani sebesar 18,0% pada Desember 2018, data terbaru, dan Spanyol pada 13,9%. Di 28 negara Uni Eropa, tingkat pengangguran mencapai 6,5% pada Februari.

Simak video terkait rencana kebijakan Bank Sentral Eropa di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading