Khawatir AS Resesi, Harga Saham BCA Ikut Digoyang

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
25 March 2019 09:55
Khawatir AS Resesi, Harga Saham BCA Ikut Digoyang
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah pada perdagangan sesi I, Senin, (25/3/2019), diterpa sentimen negatif bursa saham Asia yang terpengaruh prediksi kemungkinan AS mengalami resesi.

Semua indeks sektoral di BEI anjlok dengan level terparah dialami indeks sektor aneka industri yang minus 1,36%.

Sektor keuangan yang menjadi sorotan terkait kebijakan bank sentral pada pekan lalu, juga amblas pada perdagangan sesi pagi ini. Indeks sektor keuangan juga minus 1% pada perdagangan pukul 09.40 WIB.

Beberapa saham perbankan yang terkoreksi di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) minus 0,18% di level Rp 27.400/saham dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) minus 2,68% di level Rp 7.250/saham. Emiten bank lainnya yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga minus 2,08% di level Rp 9.400/saham.


Khusus BBCA, secara year to date saham ini masih menguat 5,39% dengan kapitalisasi pasar Rp 675 triliun dengan price to book value (PBV) 
4,45 kali.


PBV adalah penilaian harga saham dengan nilai buku perusahaan. Biasanya, saham yang memiliki rasio PBV besar, memiliki valuasi yang tinggi (overvalue) sedangkan saham yang memiliki PBV di bawah 1 memiliki valuasi yang rendah alias undervalue.

Sepanjang pekan lalu, IHSG diwarnai h
awa negatif yang datang dari bank sentral Uni Eropa (European Central Bank/ECB) yang membuat bursa-bursa negara berkembang kalang kabut.

ECB secara gamblang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonominya dari 1,7% menjadi 1,1%. Pasalnya, China terlebih dahulu menurunkan target pertumbuhan ekonominya dari 6,5% menjadi 6%-6,5%.

Akibatnya, investor asing sempat ragu dan lebih banyak melakukan aksi jual saham dari pada membeli. Selama sepekan, asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) hingga Rp 1,2 triliun di pasar reguler. BBCA menjadi salah satu bank dengan net sell terbesar yakni Rp 348 miliar dalam sepekan.

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading