Tingkat Pengangguran Turun, Dolar Australia Melesat Naik

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 March 2019 08:30
Tingkat Pengangguran Turun, Dolar Australia Melesat Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Dolar Australia mendapat momentum penguatan di awal perdagangan Kamis (21/3/2019) setelah rilis data tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan. Pada pukul 7:45 WIB dolar Australia diperdagangkan di kisaran US$0,7161 atau menguat sekitar 0,65%.

Biro Statistik Australia melaporkan tingkat pengangguran di bulan Februari turun menjadi 3,9% dari bulan sebelumnya sebesar 4,0%. Mengutip Forex Factory, persentase warga yang tidak bekerja tersebut lebih baik dari proyeksi tetap sebesar 4,0%.

Laporan yang sama menunjukkan sepanjang bulan Februari terjadi penambahan pekerja sebanyak 4.600 orang, namun jauh lebih rendah dari perkiraan penambahan 14.800 orang.


Laporan yang dirilis pukul 7:30 WIB itu membuat dolar Australia langsung melesat naik hingga membentuk level tertinggi sejak 28 Februari.



Rilis data oleh Biro Statistik tersebut sejalan dengan perkiraan Reserve Bank of Australia (RBA) pada awal bulan lalu, yang menyebut pasar tenaga kerja Australia akan membaik.

Di sisi lain, dolar AS sedang mendapat kabar buruk dari Federal Reserve (The Fed) AS yang mengadopsi sikap dovish.

Dalam pengumuman kebijakan moneter pukul 1:00 WIB dini hari tadi, bank sentral AS tersebut mengonfirmasi spekulasi pasar jika suku bunga acuan atau Federal Funds Rate (FFR) sebesar 2,25% - 2,50% tidak akan dinaikkan di tahun ini.

Sontak pengumuman tersebut membuat dolar Australia yang sebelumnya melemah berbalik menguat.

Bahkan kini, spekulasi FFR akan dipangkas di akhir tahun kian menguat. Mengutip situs resmi CME Group, perangkat FedWatch yang mengamati probabilitas tingkat suku bunga di AS menunjukkan peluang pemangkasan yang semakin besar.

Pada Kamis (20/3/19) sore hari, perangkat ini menunjukkan probabilitas sebesar 24% jika FFR akan dipangkas 25 basis poin menjadi 2,00% - 2,25% pada Desember 2019. Namun pagi ini probabilitas tersebut tampak meningkat menjadi 28%. Jika melihat sedikit lebih jauh di bulan Januari 2020, probabilitas tersebut lebih tinggi lagi, yakni sebesar 34%.



Dua faktor tersebut, yakni dovish-nya The Fed serta penurunan tingkat pengangguran Australia, membuka peluang berlanjutnya penguatan dolar Australia pada perdagangan hari ini, meski pergerakan juga akan dipengaruhi isu-isu terbaru negosiasi dagang AS - China.


TIM RISET CNBC INDONESIA

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading