VIVA & MDIA Rights Issue, Bisnis Apa dengan Erick & Pieter?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 March 2019 16:30
VIVA & MDIA Rights Issue, Bisnis Apa dengan Erick & Pieter?
Jakarta, CNBC Indonesia - Induk dan anak usaha, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) danĀ PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), perusahaan media Grup Bakrie akan melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD/ private placement) yang diumumkan kedua perusahan Senin (18/3) malam.

VIVA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,64 miliar atau 10% saham dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor dengan nominal Rp 100/saham. Sejalan dengan induk usahanya, MDIA juga akan melakukan aksi korporasi yang sama dengan menerbitkan 10% saham baru atau sebanyak-banyak 3,92 miliar saham dengan nominal Rp 10/saham.

Aksi korporasi ini sebelumnya sudah terhembus beberapa waktu lalu. Pengusaha Pieter Tanuri dan Erick Thohir memborong saham VIVA dalam jumlah besar dan sempat jadi perbincangan pelaku pasar.

Meski demikian, saat dikonfirmasi Pieter menolak berkomentar dan hanya memberikan pernyataan bahwa kabar itu sengaja dihembuskan untuk menaikkan harga saham VIVA. Sedangkan Erick tak memberikan jawaban saat dihubungi oleh CNCB Indonesia.


Menurut kabar yang diterima CNBC Indonesia, rencana Piter dan Erick masuk ke VIVA merupakan bagian dari rencana untuk pengembangan bisnis perseroan menjadi stasiun televisi yang akan pada siaran olah raga dan hiburan.

Ini sejalan dengan kemampuan Pieter dan Erick yang pengalaman dalam bisnis olah raga.

Erick pernah memiliki 31,05% saham Inter Milan. Meski pada Januari lalu ia telah menjual seluruh kepemilikan senilai EUR 150 juta ke LionRock. Sebelumnya dia juga telah menjual sahamnya ke Suning Group dengan harga sekira EUR 200 juta.

Selain itu, Erick juga bukan orang baru di VIVA dan sebagai direktur utama di MDIA, anak usaha VIVA. Dia bahkan juga menjalankan bisnis radio, surat kabar dan periklanan di bawah Mahaka Group.

Sementara, untuk Pieter Tanuri siapa yang tak kenal dengan pemilik kesebelasan Bali United yang bermarkas di Pulau Dewata ini. Selain berbisnis, Pieter juga merupakan anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Exco PSSI).

Selain itu, belum lama ini dirinya baru saja didapuk untuk menjadi komisaris di PT Liga Indonesia Baru.

Artinya ada kemungkinan VIVA akan menjadi perusahaan induk yang akan mengelola stasiun dan media yang fokus di bidang olah raga. Private placement ini merupakan awal dari rencana ini semua. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading