MDIA & VIVA Private Placement, Erick Thohir Akan Masuk?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 March 2019 08:00
MDIA & VIVA Private Placement, Erick Thohir Akan Masuk?
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dan anak usahanya PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD/ private placement).

Keduanya sama-sama akan menerbitkan sebanyak-banyak 10% saham baru dalam mekanisme ini.

Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Selasa (19/3/2019), holding media milik grup Bakrie, VIVA, akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,64 miliar saham dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor dengan nominal Rp 100/saham.


Tujuan aksi korporasi ini adalah untuk membayarkan utang anak usahanya PT Lativi Mediakarya (LM) dari Senior Facility Agreement dengan nilai sampai dengan US$ 9,94 juta (Rp 131,68 miliar, asumsi kurs Rp 14.000/US$). Adapun utang ini akan jatuh tempo pada Oktober 2019 mendatang.


Sisa dananya nantinya akan digunakan untuk keperluan modal kerja VIVA bersama dengan anak usahanya.

Sementara itu, sebagai pemegang sebanyak 99,9999% saham LM secara langsung dan tidak langsung dan penjamin atas utangnya ini maka perusahaan menilai perlu melakukan langkah strategis untuk memastikan LM dapat memenuhi kewajibannya.

Sementara itu, MDIA nantinya akan menerbitkan 3,92 miliar saham baru dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor dengan nominal Rp 10/saham.

Tak jauh berbeda dengan induk usahanya, dana ini juga akan digunakan untuk pembayaran PT Cakrawala Andalas Televisi (CATV) Senior Facility Agreement dengan nilai sampai dengan US$ 21,94 juta (Rp 307,26 miliar) yang jatuh tempo pada Oktober 2019. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja CATV.

MDIA & VIVA Private Placement, Erick Thohir Akan Masuk?Foto: Detikcom

Langkah private placement ini diambil dengan tujuan agar nantinya tak menimbulkan kewajiban utang baru untuk VIVA maupun MDIA karena sumber dana pembayaran utangnya bukan dalam bentuk pinjaman.

Aksi korporasi ini baik bagi VIVA dan MDIA nantinya akan berdampak positif dalam mengurangi beban utang secara konsolidasi dan memberikan pemasukan ekuitas yang dapat memperkuat struktur permodalannya. Selain itu, kinerja arus kas perusahaan juga akan meningkat untuk menopang aktivitas perusahaan.

Aksi korporasi ini akan membuat efek dilusi untuk kepemilikan saham dari shareholder masing-masing perusahaan sebesar 9,09% meski tak mengurangi jumlah saham yang dimiliki.

Keduanya akan meminta restu kepada para pemegang sahamnya untuk melancarkan rencananya ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan dihelat pada 25 April 2019 nanti.

Sebelumnya, sempat beredarĀ kabar saham VIVA diborong oleh pengusaha Pieter Tanuri dan Erick Thohir. Saham VIVA sempat melesat hingga hampir 36% secara year-to-date pada Februari lalu.

Nama kedua pengusaha itu disebut-sebut sebagai pemborong saham VIVA oleh pelaku pasar yang mengetahui rencana tersebut.



Namun, saat dikonfirmasi CNBC Indonesia saat itu, Pieter Tanuri, yang juga merupakan Presiden Direktur PT Multistarda Arah Sarana Tbk (MASA), masih enggan menanggapi hal tersebut. Ia mengatakan kabar itu sengaja dihembuskan untuk menaikkan harga saham VIVA.

Di lain pihak, Erick Thohir yang merupakan pemilik kelompok usaha Mahaka Grup dan direktur utama PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) tidak memberikan respons saat dimintai konfirmasi. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading