Bukan Arab, AS Bakal Jadi Raja Minyak Dunia Mulai 2021

Market - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
11 March 2019 19:10
Bukan Arab, AS Bakal Jadi Raja Minyak Dunia Mulai 2021
Jakarta, CNBC Indonesia- Badan Energi Internasional (IEA) menyebut produksi minyak Amerika Serikat (AS) masih terus bertambah, didorong oleh produksi minyak serpih. Dengan begitu, AS diproyeksi akan menjadi net eksportir mulai 2021 mendatang.

"Perkembangan ini akan mengubah peta energi global," kata IEA, dilansir dari AFP, Senin (11/3/2019).




Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol memaparkan bahwa gelombang kedua dari revolusi minyak serpih AS sedang berjalan, teknologi baru yang dimanfaatkan oleh para kontraktor memungkinkan untuk menyedot minyak dan gas lebih banyak dari formasi bebatuan yang ada. Ini, kata dia, yang mendorong melonjaknya produksi minyak di AS dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan ongkos produksi yang murah, banjir minyak ini diprediksi masih terus berlanjut. IEA memprediksi AS akan menguasai hingga 2/3 peningkatan produksi minyak global dan 3/4 produksi LNG dalam 5 tahun mendatang.

Ini akan membuat AS lebih unggul dari Rusia, dan bersaing ketat dengan Arab Saudi untuk jadi raja minyak dunia.

"Ini akan mengguncang bisnis migas dunia, dan berdampak pada geopolitik energi dunia," kata Birol.

Kenaikan produksi minyak AS adalah salah satu biang kerok anjloknya harga minyak dunia pada 2014 lalu, dan industri minyak sampai kini masih dalam fase pemulihan.

Produksi minyak di luar kartel OPEC menurut IEA masih terus naik, diperkirakan bertambah 6,8 juta barel sehari hingga menjadi 68,7 juta barel sehari di 2024. Selain AS, produksi minyak di Brazil dan Norwegia juga diperkirakan masih bertambah.

Sementara, OPEC diperkirakan akan alami penurunan produksi di 2019-2020, sebelum mencapai titik 32 juta barel sehari di 2024. Secara keseluruhan, produksi global akan naik jadi 5,9 juta barel sehari pada 2024, dengan perkiraan turunnya pasokan dari Iran dan Venezuela akibat sanksi AS.

Tapi, IEA juga memproyeksi lemahnya permintaan terkait dengan perlambatan China. Meski begitu kebutuhan akan minyak masih akan naik per tahunnya dengan rata-rata 1,2 juta barel sehari hingga 2024. IEA memperkirakan tak akan ada kenaikan permintaan signifikan pada 2024.

Saksikan video tentang OPEC di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading