CNBC Indonesia Outlook 2019

Sri Mulyani Bantah Dirinya Hobi 'Ngutang'

Market - Iswari Anggit, CNBC Indonesia
01 March 2019 08:45
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan penerbitan surat utang negara telah sesuai dengan undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Jakarta, CNBC Indonesia - Sudah bukan rahasia lagi jika utang pemerintah Indonesia di era kepemimpinan Joko Widodo - Jusuf Kalla meningkat cukup tajam. Dalam berbagai kesempatan, kabinet kerja Jokowi-JK selalu menekankan bahwa utang Indonesia masih berada dalam batas aman dan dikelola dengan hati-hati.

Sewaktu menjadi panelis dalam Seminar CNBC Indonesia Economic Outlook 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan penerbitan surat utang negara telah sesuai dengan undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan merupakan keputusan bersama antara Kabinet Kerja dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).


"Penerbitan utang itu sesuai dengan amanat undang-undang bukan karena saya hobi utang. Kita sama-sama [memutuskan], tapi saya yang sering dimarahin keluarkan utang. Jadi, itu demi kepentingan bersama," tegas Sri Mulyani, Kamis (28/2/2019).


Dalam kesempatan itu juga, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah bertujuan untuk membantu pembangunan infrastruktur, yang menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, selama situasi ekonomi normal dan stabil, maka yield Surat Berharga Negara (SBN) juga akan stabil.

Sri Mulyani Bantah Dirinya Hobi 'Ngutang'Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Yield SBN mencerminkan opportunity, cost, and risk. Kalau baik, APBN sustain, Menkeu-nya kredibel, rating baik, kita kan punya bargain. SBN kita dicari," kata mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.


Pihaknya juga mengungkapkan utang negara bukanlah hal yang "menyeramkan" karena pemerintah telah memperhitungkan kemampuan membayar dan mengelola risikonya. Bahkan, saat ini banyak generasi muda Indonesia yang tidak ragu untuk berinvestasi melalui SBN. Ini membuktikan, utang tidak selalu bermakna negatif, tapi bisa menjadi peluang.

"Jadi, jangan dianggap SBN momok, dia dibutuhkan. Anak-anak usia 17-20 tahun saja sekarang sudah beli SBN," tandasnya.

Saksikan video penjelasan Sri Mulyani mengenai belanja negara berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading