Masih Karena Pembatasan Pasokan, Harga Karet Kembali Menanjak

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
01 March 2019 08:35
Hingga pukul 08:15 WIB, harga karet kontrak Agustus naik 0,95% ke posisi JPY 202,7/kg.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga karet di bursa Tokyo Commodity Exchange (TOCOM) pada pagi hari ini, Jumat (1/3/2019), kembali menguat setelah ditutup stagnan di posisi JPY 200,8/kg pada perdagangan kemarin, Kamis (28/2/2019).

Hingga pukul 08:15 WIB, harga karet kontrak Agustus naik 0,95% ke posisi JPY 202,7/kg.

Selama sepekan harga karet naik 4,7% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harganya sudah melesat 19,1%.




Rencana anggota Internasional Tripartite Rubber Council (ITRC), yaitu Indonesia , Malaysia, dan Thailand, untuk membatasi ekspor karet alam sebanyak 200.000 - 300.000 ton/tahun masih memberi sokongan energi positif pada pergerakan harga.

Pejabat senior ketiga negara akan membuat penghitungan perinci serta porsi pengurangan ekspor masing-masing negara pada Senior Officials Meeting (SOM) di Bangkok pada tanggal 4 Maret mendatang.

Sebagai informasi, produksi karet alam oleh ITRC menyumbang lebih dari 90% dari total pasokan karet alam dunia. Tentu saja berkurangnya pasokan di pasar akan membuat harga karet mendapat dorongan dari bawah.


Namun turunnya harga minyak jenis Brent sebesar 0,54% kemarin juga menahan penguatan harga karet lebih tinggi. Pasalnya bila harga minyak turun, maka harga karet sintetis yang menjadi substitusi dari karet alam juga akan turun.

Sebagai informasi, kontrak komoditas karet yang diperdagangkan di bursa TOCOM merupakan karet lembaran asap bergaris (Ribbed Smoked Sheets/RSS), yang utamanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan ban kendaraan bermotor.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(taa/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading