Setelah 3 Hari Terkoreksi, Akhirnya Harga Karet Menguat

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
26 March 2019 11:39
Hingga pukul 10:30 WIB, harga karet kontrak September naik 0,49% ke posisi JPY 184,8/kg, setelah amblas 3,11% pada perdagangan Senin kemarin (25/3/2019).
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga karet acuan kontrak di bursa Tokyo Commodity Exchange (TOCOM) pada perdagangan Selasa pagi ini (26/3/2019) akhirnya menguat setelah 3 hari perdagangan ditutup dengan koreksi.

Hingga pukul 10:30 WIB, harga karet kontrak September naik 0,49% ke posisi JPY 184,8/kg, setelah amblas 3,11% pada perdagangan Senin kemarin (25/3/2019).

Sebagai informasi, kontrak pengiriman bulan September baru menjadi acuan pada perdagangan hari ini, menggantikan kontrak Agustus.


Selama sepekan, harga karet terpangkas 4,89% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun nilainya masih tercatat lebih tinggi 8,58%. Akan tetapi jika dilihat dari awal tahun 2018, harga karet telah jatuh hingga 10,60%.



harga minyak mentah yang menguat pada perdagangan hari ini diduga memberikan dorongan ke atas pada pergerakan harga karet.

Seperti yang diketahui, minyak mentah merupakan bahan baku produksi karet sintetis yang mana bisa menjadi substitusi karet alam pada industri ban kendaraan bermotor.

Bila harga minyak turun, maka harga karet sintetis juga akan semakin rendah. Alhasil harga minyak memiliki tarikan yang searah dengan harga karet.

Namun, rencana untuk mengurangi ekspor karet oleh negara anggota International Tripartite Rubber Council (ITRC) masih berpotensi mengerek harga karet ke atas.

Mulai tanggal 1 April, anggota ITRC yaitu Thailand, Indonesia, dan Malaysia sepakat untuk mengurangi ekspor karet sebesar 240.000 ton yang akan dilakukan dalam 4 bulan.

Secara bersama-sama, ketiga negara menguasai sekitar 66% dari produksi karet alam secara global sepanjang 2018 yang tercatat mencapai 13,96 juta ton.

Bila pasokan makin ketat, maka keseimbangan fundamental dapat membaik dan membuat harga terangkat.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(taa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading