Pasar SUN Meroket Dibanjiri Sentimen Positif

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
27 February 2019 20:30
Harga obligasi rupiah pemerintah meroket pada perdagangan hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah meroket pada perdagangan hari ini, di tengah faktor positif damai dagang yang ditambah dengan lancarnya pembicaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Korea Utara Kim Jong Un. 

Selain itu, faktor positif dari domestik yaitu tercatatnya rekor permintaan lelang kemarin turut membanjiri pasar surat utang negara (SUN) hari ini
Naiknya harga SUN itu tidak senada dengan koreksi yang terjadi di pasar surat utang pemerintah negara berkembang yang lain.  

Data Refinitiv menunjukkan menguatnya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menurunkan tingkat imbal hasilnya (yield).  Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder. 


Yield juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka. 

SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. 

Keempat seri yang menjadi acuan itu adalah FR0063 bertenor 5 tahun, FR0064 bertenor 10 tahun, FR0065 bertenor 15 tahun, dan FR0075 bertenor 30 tahun. 

Seri acuan paling menguat adalah FR0077 yang bertenor 5 tahun dengan penurunan yield 13,5 basis poin (bps) menjadi 7,53%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.  

Seri acuan lain juga kompak menguat degan besaran penurunan yield yang lebih kecil daripada FR0077.

  
Yield Obligasi Negara Acuan 27 Feb 2019
SeriJatuh tempoYield 26 Feb 2019 (%)Yield 27 Feb 2019 (%)Selisih (basis poin)Yield wajar IBPA 27 Feb'19
FR00775 tahun7.6667.531-13.507.5902
FR007810 tahun7.8297.795-3.407.7972
FR006815 tahun8.1818.118-6.308.1269
FR007920 tahun8.2878.232-5.508.2526
Avg movement-7.18
Sumber: Refinitiv  

Apresiasi pasar obligasi pemerintah hari ini tercermin pada harga obligasi wajarnya, di mana indeks INDOBeX Government Total Return milik PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI/IBPA) masih menguat.  

Indeks tersebut naik 0,57 poin (0,24%) menjadi 242,55 dari posisi kemarin 241,98. 

Apresiasi SBN hari ini juga membuat selisih (spread) obligasi rupiah pemerintah tenor 10 tahun dengan surat utang pemerintah AS (US Treasury) tenor serupa mencapai 516 bps, menyempit dari posisi kemarin 517 bps.  

Yield US Treasury 10 tahun turun lagi hingga 2,63% dari posisi kemarin 2,65%. 

Terkait dengan pasar US Treasury, saat ini masih terjadi inversi pada tenor 2 tahun dengan tenor 5 tahun yang menunjukkan adanya inversi.  

Inversi adalah kondisi di mana yield seri lebih pendek dibanding seri lebih panjang. 

Inversi tersebut membentuk kurva yield terbalik (inverted yield curve), yang menjadi cerminan investor yang lebih meminati US Treasury seri panjang dibanding yang pendek karena menilai akan terjaid kontraksi jangka pendek, sekaligus indikator adanya potensi tekanan ekonomi bahkan hingga krisis.

 
Yield US Treasury Acuan 27 Feb 2019
SeriBenchmarkYield 26 Feb 2019 (%)Yield 27 Feb 2019 (%)Selisih (Inversi)Satuan Inversi
UST BILL 20193 Bulan2.4582.4583 bulan-5 tahun2
UST 20202 Tahun2.4842.4762 tahun-5 tahun3.8
UST 20213 Tahun2.4482.4373 tahun-5 tahun-0.1
UST 20235 Tahun2.4452.4383 bulan-10 tahun-17.4
UST 202810 Tahun2.6362.6322 tahun-10 tahun-15.6
Sumber: Refinitiv  


Awal pekan ini, nilai kepemilikan investor asing kembali capai rekor tertinggi sepanjang masa yaitu Rp 932,83 triliun SBN, atau 37,84% dari total beredar Rp 2.464 triliun berdasarkan data per 25 Februari. 

Nilai tersebut melampaui rekor sebelumnya yang tercipta pada 18 Februari senilai Rp 931,83 triliun. 

Angka kepemilikan asing yang mencetak rekor itu masih positif Rp 39,59 triliun dibanding posisi akhir Desember Rp 893,25 triliun, sehingga persentasenya masih naik dari 37,71% pada periode yang sama. 

Dari pasar surat utang negara berkembang, penguatan terjadi di China, Thailand, dan Afsel. 

Di negara maju, penguatan terjadi di pasar bund Jerman, OAT Perancis, gilt Inggris, dan US Treasury AS. 

 
Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang
NegaraYield 26 Feb 2019 (%)Yield 27 Feb 2019 (%)Selisih (basis poin)
Brasil8.999.012.00
China3.213.187-2.30
Jerman0.1140.106-0.80
Perancis0.5240.516-0.80
Inggris 1.2071.206-0.10
India7.5847.6749.00
Italia2.712.7352.50
Jepang-0.027-0.0250.20
Malaysia3.8983.90.20
Filipina6.3326.3926.00
Rusia8.48.455.00
Singapura2.1762.2335.70
Thailand2.4952.49-0.50
Turki14.5214.47-5.00
Amerika Serikat2.6362.632-0.40
Afrika Selatan8.658.645-0.50
Sumber: Refinitiv  

TIM RISET CNBC INDONESIA



(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading