Merger Emiten Telco, Ini Bocoran dari Dirut XL Axiata

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
19 February 2019 10:41
Rencana konsolidasi emiten-emiten telekomunikasi di luar PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah bergulir
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana konsolidasi emiten-emiten telekomunikasi di luar PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah bergulir kendati belum ada kepastian merger yang dilakukan antar emiten telekomunikasi tersebut.

Pembicaraan konsolidasi tersebut tengah dilakukan dan melibatkan di antaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL) milik Grup Axiata Berhad Malaysia, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) milik Sinar Mas Group, dan PT Indosat Tbk (ISAT) yang dikendalikan Ooredoo dari Qatar.

"Pada dasarnya saya sudah sering bicara di media bahwa semua operator, kecuali Telkom Group, sudah bicara satu sama lain tentang kemungkinan terjadinya konsolidasi," kata Direktur Utama XL Dian Siswarini kepada CNBC Indonesia, Selasa (19/2/2019).

Dia mengatakan konsolidasi antar-operator telekomunikasi diperlukan untuk membuat industri lebih sehat. "Tapi saya tidak bisa memberikan komentar lebih lanjut tentang hasil pembicaran tersebut [konsolidasi] karena ini adalah domain dari shareholder [pemegang saham]. Silakan tanyakan langsung ke shareholder," tegasnya.


Presiden Direktur Indosat Chris Kanter sebelumnya juga mengakui sudah ada pembicaraan secara intensif antara Ooredoo sebagai induk Indosat dengan pemegang saham EXCL yakni Axiata terkait merger dan akuisisi dengan XL sejak tahun lalu.

Namun, rencana itu belum bisa diwujudkan di tahun ini. Perusahaan, kata Chris, masih akan fokus memperluas jaringan dengan membangun base transceiver station (BTS) 4G tahun ini untuk menyokong layanan data.


"Tahun ini kami fokus ke network expansion dulu, [wacana merger dengan XL] itu kan waktu lalu," kata Chris Kanter, Selasa (29/1/2019).


Adapun Direktur Utama Smartfren Telecom, Merza Fachys pun mengakui bahwa pembicaraan soal konsolidasi ini telah ramai dilakukan oleh para pemain di industri telekomunikasi. Hanya saja belum ada hitam di atas putih soal aksi konsolidasi di sektor telekomunikasi tersebut.

Isu merger dan konsolidasi ini makin santer setelah Rabu pekan ini, 20 Februari, Smarftren juga mengagendakan Public Expose (PE) Insidentil di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). PE Insidentil tersebut sebetulnya berkaitan dengan suspensi atau penghentian perdagangan saham (suspensi) FREN dan Waran Seri 2 FREN yang dilakukan BEI pada 15 Februari 2019.

Namun Merza belum menyuratkan detail pembahasan dalam PE Insidentil besok."Dalam PE nanti baru akan dijelaskan apa sebenarnya yang terjadi," katanya singkat.



Simak ulasan persaingan ketat emiten telco di Indonesia.
[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Fokus ke Bisnis Data, XL Perkuat Layanan Fixed Broadband


(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading