Sah, AKR-BP Bentuk JV Demi Masuk Bisnis Avtur di RI

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 February 2019 16:32
Sah, AKR-BP Bentuk JV Demi Masuk Bisnis Avtur di RI
Jakarta, CNBC Indonesia- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memantapkan langkahnya untuk memulai bisnis avtur di tanah air. Pasalnya, perusahaan telah menandatangani perjanjian kerja sama (joint venture) dengan Perusahaan minyak bumi yang bermarkas di London, BP. 

"(Avtur) memang AKR sudah menandatangani joint venture dengan BP, saat ini kami sedang dalam tahap persiapan," kata Direktur Utama PT AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo, di Jakarta, Kamis (14/2/2019). 




Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyinggung terkait monopoli penjualan avtur oleh PT Pertamina (Persero), karenanya, Presiden memberi lampu hijau bagi pihak swasta untuk ikut memasok avtur, sehingga harga bahan bakar avtur menjadi lebih kompetitif.

"Karena monopoli harganya jadi tidak kompetitif. Bandingkan harga avtur di situ dengan yang di dekat-dekat kita. Terpaut kurang lebih 30-an persen dan itu yang harus dibenahi," kata Presiden Jokowi, di Grand Sahid Jakarta, Senin (11/2/2019). 


Seperti diketahui, AKR - BP belum lama ini telah membuka empat SPBU di BSD, Cibubur, Jababeka, dan Bintaro, perusahaan menargetkan tahun ini akan memiliki 20 SPBU yang akan dibuka di area Surabaya. SPBU tersebut bakal dioperasikan oleh PT Aneka Petroindo Raya, perusahaan joint venture BP dan AKR. 

Namun untuk perusahaan yang akan mengelola bisnis avtur, dijelaskan Haryanto, nantinya, PT-nya akan berbeda dengan yang mengelola bisnis SPBU. "PT-nya berbeda, sehinga joint venturenya pun dengan BP tetapi divisi berbeda kalau ini retail sedangkan yang kedua joint venture BP RBP, RBP khusus buat avtur," kata dia. 

Dalam wawancara denan CNBC Indonesia sebelumnya, Haryanto mengungkapkan, pihaknya membidik pasar di Indonesia Timur lebih dulu. Sebab, di daerah tersebut banyak bandara baru. "Jadi kita bisa gabung dan masuk dari awal untuk infrastrukturnya," jelasnya. 

Untuk infrastruktur, kata Haryanto, AKR diuntungkan karena sebelumnya sudah memiliki terminal-terminal BBM.

"Kalau kilang kan tidak perlu, karena avtur kita hampir separuhnya itu impor. Jadi infrastrukturnya untuk kami tidak banyak menelan biaya," kata dia. 

Ia memaparkan untuk bisnis avtur ini perusahaan sudah menyiapkan infrastruktur karena sudah memiliki beberapa titik penampungan, yakni hingga 16 titik. "Infrastruktur di pelabuhan dan darat siap, kami cukup expertise untuk bisnis di avtur ini," tandas Haryanto.

Saksikan video Dirut AKR buka-bukaan ekspansi bisnis di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC] (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading