AKR Siapkan Belanja Modal US$ 70 Juta di 2019, Ini Rinciannya

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
14 February 2019 12:25
AKR Siapkan Belanja Modal US$ 70 Juta di 2019, Ini Rinciannya
Jakarta, CNBC Indonesia- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan mulai membangun penyimpanan bensin dan biofuel sebesar 100 ribu kilo liter (KL) di Tanjung Priok. Dengan begitu, kapasitas penyimpanan akan bertambah menjadi 350 ribu kl dari yang sebelumnya 250 ribu kl.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Rabu (13/2/2019).




Lebih lanjut, ia menuturkan, pihaknya juga sedang melihat beberapa lokasi di wilayah Indonesia bagian timur untuk membangun terminal bahan bakar minyak (TBBM). Menurutnya, wilayah Indonesia Timur memiliki potensi besar tetapi belum maksimal untuk pelayanan BBM di sana.

"TBBM untuk industri, pertambangan, maupun sektor kimia untuk industri," ujar Haryanto.

Adapun, untuk membangun penyimpanan bensin tersebut dan rencana ekspansi lainnya, perusahaan telah menyiapkan belanja modal sebesar US$ 70 juta dolar. Belanja modal ini terbagi menjadi dua, yakni sekitar US$ 40 juta untuk membangun fasilitas penyimpanan di Tanjung Priok, dan sekitar US$ 30 juta untuk rencana ekspansi di Indonesia Timur.

Sebagai informasi, pembangunan fasilitas penyimpanan bensin dan biofuel tersebut dilakukan oleh PT Jakarta Tank Terminal (JTT), anak usaha AKR hasil patungan dengan Royal Vopak.

Menurut rilis yang tercantum dalam situs AKR, pembangunan fasilitas ini dilakukan dalam upaya meningkatkan pasar impor serta memperkuat posisi JTT sebagai lokasi impor bahan bakar yang independen. Ekspansi ini diperkirakan akan digarap secara bertahap dari kuartal I hingga kuartal IV 2019.

Ekspansi ini akan menambah terminal, delapan tangki dengan kapasitas total 100.000 cbm, untuk bensin, etanol, dan biodiesel, unit pemulihan uap dan infrastruktur pencampuran tambahan (in-line). Hal tersebut diyakini akan memudahkan pelanggan untuk memenuhi mandat pencampuran biofuel sesuai aturan pemerintah Indonesia.



Selain itu, setelah membuka empat SPBU di BSD, Cibubur, Jababeka, dan Bintaro, perusahaan menargetkan akan memiliki 20-30 SPBU sampai dengan akhir 2019, termasuk yang akan dibuka di area Surabaya.

"Dalam 10 tahun ke depan, targetnya akan ada 350 SPBU di Indonesia," ujar Haryanto.

Lebih lanjut, ia mengatakan, target pembangunan SPBU masih ada di Pulau Jawa, sampai perusahaan mengalami economic of scale.

"Kami kan jual BBM non-subsidi, kalau untuk BBM non-subsidi banyaknya pengguna di Pulau Jawa karena lebih banyak kendaraan bermotornya dibanding di luar Pulau Jawa," pungkas Haryanto.

Saksikan buka-bukaan Bos AKR soal ekspansi bisnis di 2019
[Gambas:Video CNBC]



(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading