Gara-Gara CAD, IHSG Anjlok 1% Lebih!

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
12 February 2019 16:57
IHSG mengakhiri hari dengan pelemahan sebesar 1,06% ke level 6.426,33. Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan hari ini menyisakan noda hitam bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dibuka menguat 0,12%, IHSG justru mengakhiri hari dengan pelemahan sebesar 1,06% ke level 6.426,33.

Kinerja IHSG berbanding 180 derajat dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang ditransaksikan di zona hijau: indeks Nikkei naik 2,61%, indeks Shanghai naik 0,68%, indeks Hang Seng naik 0,1%, dan indeks Kospi naik 0,45%.

Sentimen positif memang mewarnai perdagangan hari ini. Pertama, adanya nada optimisme dari AS dan China terkait negosiasi dagang tingkat wakil menteri yang akan berlangsung hingga esok hari. Kemarin, Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa pihaknya dan masyarakat dunia ingin melihat sebuah hasil yang baik.


"Kami, tentu saja, berharap, dan masyarakat dunia ingin melihat, sebuah hasil yang baik," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying dalam sebuah paparan di Beijing, seperti dikutip dari Reuters.

Dari AS, Kepala Penasihat Ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan bahwa pemerintah AS sangat berharap ada hasil yang positif dari perundingan ini.

"Para (pejabat) junior sedang bekerja dan menyiapkan jalan bagi (pejabat) senior pada akhir pekan. Tentu saja semua disiapkan, soal hak atas kekayaan intelektual, pemaksaan transfer teknologi, dan sebagainya. Gedung Putih sangat menantikan apa yang bisa didapat para senior itu," papar Hassett dalam wawancara dengan Fox Business Network, mengutip Reuters.

Kemudian, Penasihat Senior Gedung Putih Kellyanne Conway mengatakan bahwa sepertinya AS dan China akan segera mencapai kesepakatan dagang.

"Sepertinya begitu, tentu saja," ujarnya saat menjawab pertanyaan apakah kesepakatan dagang AS-China sudah semakin dekat.

Sebagai informasi, negosiasi dagang pada pekan ini menjadi sangat penting mengingat periode gencatan senjata antar keduanya akan segera berakhir pada 1 Maret. Terlebih, Presiden AS Donald Trump sudah menegaskan bahwa dirinya tidak akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum 1 Maret.

Seperti yang diketahui, Gedung Putih belum lama ini menegaskan bahwa bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 200 miliar akan tetap dinaikkan menjadi 25% (dari yang saat ini 10%), jika kesepakatan dagang tak juga tercapai hingga periode gencatan senjata berakhir.

Sentimen positif yang kedua datang dari adanya kemungkinan bahwa pemerintahan AS akan berhasil menghindari shutdown lanjutan. Pada Senin malam waktu setempat, empat orang negosiator dari Partai Demokrat dan Republik mengumumkan bahwa mereka telah mencapai dasar-dasar yang akan membuat pemerintahan AS tetap beroperasi selepas tanggal 15 Februari, seperti dilaporkan oleh CNBC International.

Seorang sumber mengatakan bahwa kesepakatan tersebut memasukkan anggaran senilai US$ 1,4 miliar untuk pembangunan infrastruktur perbatasan AS-Meksiko, seperti dilansir dari CNBC International.

Jika shutdown lanjutan bisa dihindari, maka tekanan terhadap perekonomian AS bisa diminimalisir.
HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading