Sudah Jatuh Tertimpa CAD, Itulah Nasib IHSG Hari Ini

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
08 February 2019 15:32
Sudah jatuh tertimpa CAD, kira-kira begitulah nasib IHSG pada hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampak akan menutup perdagangan hari ini dengan noda hitam. Sedari pembukaan perdagangan, IHSG sudah melemah sebesar 0,35%. Per akhir sesi 1, pelemahan IHSG melebar menjadi 0,42% ke level 6.509,2.

Di sesi 2, kondisinya makin suram lagi. Hingga pukul 3:18 WIB, IHSG melemah 0,46% ke level 6.506,43.

IHSG satu hati dengan bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan melemah: indeks Nikkei turun 2,01%, indeks Straits Times turun 0,02%, indeks Hang Seng turun 0,12%, dan indeks Kospi turun 1,2%.


Potensi eskalasi perang dagang AS-China berhasil memukul mundur IHSG. Seperti yang diketahui, Gedung Putih belum lama ini menegaskan bahwa bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 200 miliar akan tetap dinaikkan menjadi 25% (dari yang saat ini 10%), jika kesepakatan dagang tak juga tercapai hingga periode gencatan senjata berakhir (1 Maret).

Celakanya, Presiden AS Donald Trump menegaskan dirinya tidak akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum 1 Maret. Padahal sebelumnya Trump pernah mengatakan dirinya akan bertemu dengan Xi, bahkan mungkin lebih dari sekali, untuk mengesahkan kesepakatan dagang AS-China. Rumor yang sebelumnya beredar mengatakan bahwa pertemuan akan digelar pada akhir Februari pasca Trump melakukan pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

"Tidak," jawab Trump atas pertanyaan wartawan apakah dia akan menemui Xi sebelum 1 Maret, mengutip Reuters.

Lantas, eskalasi perang dagang AS-China menjadi sangat nyata. Jika benar terjadi, bukan hanya perekonomian AS dan China saja yang akan menjadi korban, namun juga perekonomian dunia. Maklum, AS dan China merupakan 2 negara dengan perekonomian terbesar di planet bumi.

Tak hanya dihajar sentimen eksternal, sentimen dalam negeri ikut memukul mundur laju IHSG. Pada hari ini, Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis angka Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) periode kuaral-IV 2018.

Gubernur BI Perry Warjiyo pada hari ini mengungkapkan bahwa NPI kuartal-IV 2018 mencatatkan surplus sekitar US$ 5 miliar. Angka ini sejatinya merupakan prestasi yang sangat baik, mengingat NPI selalu defisit sejak kuartal-I 2018.

Namun, pos transaksi berjalan (current account) yang merupakan bagian dari NPI membuat investor resah. Perry mengungkapkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal IV-2018 lebih dalam dari perkiraan.

"Defisit transaksi berjalan lebih tinggi dari yang diperkirakan, tetapi surplus (transaksi modal dan finansial) bisa menutupi. Jadi neraca pembayaran kuartal-IV 2018 surplus US$ 5 miliar," kata Perry.

Bagi pelaku pasar modal, pos transaksi berjalan merupakan hal yang sangat penting lantaran menggambarkan pasokan devisa yang tidak mudah berubah (dari aktivitas ekspor-impor barang dan jasa). Hal ini berbeda dengan pos transaksi modal dan finansial yang bisa cepat berubah karena datang dari aliran modal portfolio atau yang biasa disebut sebagai hot money.

Dengan CAD yang diproyeksikan lebih dalam dari perkiraan, ada kemungkinan bahwa rupiah akan memasuki tren pelemahan kedepannya, sehingga aksi jual di pasar saham sudah dilakukan sedari saat ini, termasuk oleh investor asing.

Hingga berita ini diturunkan, investor asing membukukan jual bersih senilai Rp 107,6 miliar di pasar saham tanah air.

Sudah jatuh tertimpa CAD, kira-kira begitulah nasib IHSG pada hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA
Artikel Selanjutnya

Ngeri! CAD Bengkak, Investor Asing Langsung 'Cabut' Rp 60,8 M


(ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading