CAD Membaik, Neraca Pembayaran Indonesia Q1 Diramal Surplus

Market - Iswari Anggit Pramesti, CNBC Indonesia
21 March 2019 17:02
Bank Indonesia (BI) memprediksi neraca pembayaran akan mengalami surplus pada kuartal pertama (Q1) tahun ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memprediksiĀ neraca pembayaran akan mengalami surplus pada kuartal pertama (Q1) tahun ini.

Gubernur BI Perry Warjiyo melihat kemungkinan defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) menurun, seiring dengan peningkatan surplus neraca modal, sebagai dampak dari derasnya aliran modal asing masuk.

"Neraca pembayaran itukan penjumlahan antara defisit transaksi berjalan dengan surplus neraca modal, perkiraan kami di triwulan satu itu defisit transaksi berjalan akan menurun. Sementara itu, surplus neraca modal akan naik, terutama dari aliran modal asing masuk, khususnya dalam portofolio inevstasi di dalam SBN," ujarnya pada saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (21/3/2019).


"Dengan kondisi ini maka perkiraan kami di kuartal pertama secara keseluruhan neraca pembayaran akan mengalami surplus."



Namun, agar prediksi tersebut terwujud, Perry mengaku pihaknya akan terus mengoptimalkan sinergi dengan pemerintah dan kementerian/ lembaga terkait lainnya.

Menurut Perry, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus utama dari sinergi antara BI dan pemerintah. Pasalnya, BI dan pemerintah sama-sama memandang sektor pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar setelah kelapa sawit dan batu bara.

"Tentu saja untuk turunkan CAD dan menaikkan NPI koordinasi antara BI dan pemerintah terus dilakukan. Pariwisata itu kan sumber devisa terbesar setelah kelapa sawit dan batu bara, dengan kenaikan tahun ini target US$ 17,6 miliar. Peran pariwisata sangat penting dalam menurunkan dan mengendalikan CAD, selain sebagai sumber devisa."

Selain sektor pariwisata, Perry juga menjelaskan, PMA atau Penanaman Modal Asing, turut menjadi fokus BI dan pemerintah, karena juga berpotensi menghasilkan sumber devisa yang besar.

"Selain itu kami kerjasama dengan pemerintah untuk terus menaikkan PMA dan mendorong investasi portofolio, itu mungkin terkait dengan devisa."




Artikel Selanjutnya

NPI Surplus, CAD Q4-2019 Bengkak Jadi 2,84%


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading