Bunga Acuan Bertahan di 6%, BI Keluarkan Langkah Akomodatif

Market - Iswari Anggit Pramesti, CNBC Indonesia
21 March 2019 13:57
Bank Indonesia merilis tingkat suku bunga acuan di Maret 2019.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) merilis hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Maret 2019.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate dipertahankan di angka 6%.

Dari 13 ekonom yang berpartisipasi dalam pembentukan konsensus, seluruhnya sepakat tidak ada perubahan suku bunga acuan. Aklamasi, tidak ada dissenting opinion.

Berikut bunga acuan BI sejak awal 2019:
  • Januari 2019 : Tetap 6%
  • Februari 2019 : Tetap 6%

CNBC Indonesia secara langsung menyiarkannya melalui kanal www.cnbcindonesia.com/tv dan Transvision Channel 805. Simak pula di layar di bawah ini :

[Gambas:Video CNBC]


(Herdaru Purnomo/Hidayat Setiaji)



(dru)
  • 21 Mar 2019
    14:12

    BI Lebih Akomodatif

    Bank Indonesia menempuh kebijakan-kebijakan lain yang lebih akomodatif untuk mendorong permintaan domestik, antara lain:

    Pertama : Terus menempuh strategi operasi moneter untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas melalui transaksi term-repo secara reguler dan terjadwal, di samping FX Swap,

    Kedua : Memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan menaikkan kisaran batasan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dari 80-92% menjadi 84-94% untuk mendukung pembiayaan perbankan bagi dunia usaha,

    Ketiga : Mengakselerasi kebijakan pendalaman pasar keuangan dengan: (a) memperkuat market conduct melalui pemenuhan kewajiban sertifikasi tresuri bagi pelaku pasar, dan (b) mendorong penggunaan instrumen lindung nilai terhadap perubahan suku bunga domestik melalui penerbitan ketentuan pelaksanaan tentang instrumen derivatif suku bunga Rupiah Interest Rate Swap (IRS) - Overnight Index Swap (OIS), dan

    Keempat : Memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif, yaitu (a) Memperluas program elektronifikasi untuk penyaluran bansos, transportasi dan keuangan pemerintah daerah dan (b) Mempersiapkan standardisasi QR Code payment dengan model MPM (Merchant Presented Mode) ke dalam QRIS (QR Indonesia Standard) untuk memperluas interkoneksi dalam rangka mendukung ekosistem ekonomi keuangan digital.
    Koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait juga terus dipererat untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, khususnya dalam pengendalian inflasi dan defisit transaksi berjalan, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan, khususnya dalam mendorong permintaan domestik dan menjaga stabilitas eksternal dengan mendorong ekspor, pariwisata dan aliran modal asing.

  • 21 Mar 2019
    14:11

    BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 6% di RDG Maret 2019

    "Hal ini konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal perekonomian," jelas Perry.
  • 21 Mar 2019
    14:09

    Pertumbuhan Kredit 2019 akan berada di batas atas 10-12%

    Pertumbuhan kredit Januari mencapai 12%, sebelumnya 11,8%.
  • 21 Mar 2019
    14:08

    Inflasi akan berada di bawah titik tengah 3,5%

    Inflasi masih akan terjaga di bawah titik tengah 3,5%
  • 21 Mar 2019
    14:05

    BI Memandang Nilai Tukar Akan Bergerak Stabil

    "Untuk mendukung nilai tukar rupiah stabil. BI terus lakukan akselerasi pendalaman pasar khususnya pasar uang dan pasar valas," tutur Perry.
  • 21 Mar 2019
    14:04

    Sinergi Kebijakan Akan Dipererat untuk Memperkuat Ketahanan Eksternal

    "CAD bisa menurun ke 2,5% dari PDB. Kebijakan diarahkan menarik aliran modal asing untuk pembiayaan CAD. Baik dalam bentuk investasi asing maupun portfolio," kata Perry.
  • 21 Mar 2019
    14:02

    PDB 2019 Diproyeksikan 5-5,4%

    Ekspor terlihat menurun. Sehingga bauran kebijakan BI-Pemerintah dan Otoritas terkait diperkuat.
  • 21 Mar 2019
    14:01

    Kebijakan Moneter Dunia Tidak Terlalu Ketat

    Respons kebijakan moneter di negara maju yang tidak seketat sebelumnya membuat berkurangnya ketidakpastian global.
  • 21 Mar 2019
    13:59

    Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan ekonomi AS melambat dan Eropa juga makin melambat akibat menurunnya ekspor.

    "Harga komoditas dunia dan minyak juga menurun," kata Perry.

  • 21 Mar 2019
    13:58

    FOTO: Konferensi Pers RDG Maret 2019

    LIVE! Konferensi Pers RDG Bank Indonesia 21 Maret 2019Foto: BI (CNBC Indonesia/Iswari Anggit)
    LIVE! Konferensi Pers RDG Bank Indonesia 21 Maret 2019Foto: BI (CNBC Indonesia/Iswari Anggit)
Features
    spinner loading