Northstar Dikabarkan Jual Saham DOID, Kali Ini ke CIC

Market - Houtmand P Saragih & Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 January 2019 14:46
Northstar Dikabarkan Jual Saham DOID, Kali Ini ke CIC
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan investasi Northstar Equity Partners dikabarkan akan menjual kepemilikan saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) kepada China Investment Corporation (CIC).

Menurut sumber CNBC Indonesia yang mengetahui rencana transaksi tersebut, Northstar yang terafiliasi dengan Texas Pacific Group (TPG) Capital tampaknya sudah ingin keluar dari konsorsium yang menguasai 37,9% saham DOID tersebut.

CIC sebenarnya telah bergabung dalam konsorsium investor untuk memiliki saham Northstar Tambang Persada Ltd (NTP) pada akhir 2010, di mana NTP ini kemudian menjadi pemilik 40% saham di Delta Dunia Makmur.

Masuknya CIC dalam konsorsium investor Northstar Tambang Persada, berstatus tanpa hak suara (non-voting share).  Sebelumnya sudah terdapat beberapa investor afiliasi atau perusahaan investasi non-voting interests, yaitu TPG Capital dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC).

Jadi pemegang saham NTP terdiri dari Northstar Equity Partners, TPG, GIC dan CIC. Northstar Equity Partners tetap memegang hak suara dan pengendalian atas Northstar Tambang Persada.

Namun belakangan, menurut sumber tersebut, dengan alasan merugi, Northstar berencana akan menjual kepemilikkan saham tersebut kepada CIC seluruhnya.

Pada akhir 2010 harga saham DOID tercatat pada level Rp 1.585/saham dan pada penutupan kemarin harga saham DOID berada pada level harga Rp 580/saham.

Artinya dalam periode tersebut harga saham DOID sudah terkoreksi 63,41%. Harga jual saham tersebut diperkirakan dengan valuasi price to book value (PBV) 2x. Saat ini, PBV saham DOID pada harga Rp 580/saham sebesar 1,53x.

Direktur Delta Dunia Eddy Porwanto Poo saat diminta penjelasan terkait hal tersebut tidak bersedia memberikan penjelasan.

"Rencana penjualan adalah domain dari pemegang saham," kata Eddy, kepada CNBC Indonesia melalui pesan singkat, Rabu (23/01/2019).

Awal tahun lalu, kabar serupa juga sempat mencuat. Eddy Porwanto waktu itu, mengatakan pelepasan dan pengabilalihan saham tersebut merupakan ranah pemegang saham.

"Saya tidak bisa berkomentar detil soal itu tapi sebagai perusahaan investasi Northstar sudah cukup lama dan cukup natural Northstar suatu saat akan keluar," kata Eddy.

Eddy menuturkan, hal normal jika sebuah perusahaan investasi memiliki jangka waktu yang ditentukan saat berinvestasi pada satu perusahaan.

"Bisa lima atau delapan atau 10 [tahun] jadi suatu saat pasti mereka akan keluar," lanjut dia.




(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading