Pemerintah China Siap Berikan Stimulus, IHSG ke Zona Hijau

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
16 January 2019 09:40
Pemerintah China Siap Berikan Stimulus, IHSG ke Zona Hijau
Jakarta, CNBC Indonesia - Dibuka menguat 0,13% ke level 6.417,13, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan cepat berbalik ke zona merah, bahkan sempat meninggalkan level psikologis 6.400 yakni ke level 6.394,83. Namun pada pukul 9:28 WIB, IHSG sudah balik menguat sebesar 0,08% ke level 6.413,94.

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona hijau: indeks Shanghai naik 0,01%, indeks Strait Times naik 0,07%, dan indeks Kospi naik 0,02%.

Angin segar yang datang dari China berhasil mengangkat kinerja bursa saham regional. Seperti yang kita ketahui, rilis data perdagangan internasional China periode Desember 2018 menunjukkan adanya tekanan yang signifikan bagi perekonomian Negeri Panda.


Pada hari Senin (14/1/2019), ekspor periode Desember 2018 dimumkan terkontraksi sebesar 4,4% YoY, di bawah konsensus yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 3% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics. Kemudian, impor anjlok hingga 7,6% YoY, juga di bawah ekspektasi yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 5% YoY.

Pemerintah China terlihat responsif dalam menanggapi hal tersebut. Kemarin (15/1/2019), Kementerian Keuangan China mengatakan bahwa mereka akan mengimplimentasikan pemotongan pajak dan biaya yang lebih besar.

Melansir Reuters, beberapa analis percaya bahwa China dapat memberlakukan pemotongan pajak dan biaya senilai CNY 2 triliun. Selain itu, China juga diyakini akan memperbolehkan pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi khusus (special bond) senilai CNY 2 triliun yang sebelumnya banyak digunakan untuk membiayai proyek-proyek penting.

Di sisi lain, risiko yang menghantui jalannya perdagangan datang dari kondisi politik di Inggris yang kian runyam. Pada dini hari tadi, proposal Brexit yang diusung pemerintahan Perdana Menteri Theresa May ditolak oleh parlemen dengan hasil 432 berbanding 202. Ini adalah kekalahan pemerintah terbesar dalam sejarah Inggris modern.

Menanggapi hasil tersebut, pimpinan Partai Buruh Jeremy Corbyn kemudian mengajukan pelaksanaan pemungutan suara atas mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan May. Pemungutan suara akan dilakukan pada hari ini.

Kini, ada kemungkinan May akan dilengserkan dari posisinya dan membuat Partai Buruh mengambil alih pemerintahan. Ada tanda tanya besar yang kini menyelimuti proses perceraian Inggris dengan Uni Eropa.

TIM RISET CNBC INDONESIA



(ank/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading