DMO Batu Bara 2019 Dipatok di 20% - 25%

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
09 January 2019 - 12:57
DMO Batu Bara 2019 Dipatok di 20% - 25%
Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan jatah kuota untuk pasar domestik batu bara masih atau Domestic Market Obligation (DMO) masih sama dengan tahun lalu, yakni di kisaran 20-25%.

"Besarannya 20-25% tergantung produksi nasional berapa," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot, dalam paparan kinerja di kantornya, Rabu (9/1/2019).




Bambang memaparkan untuk produksi di 2019 diproyeksi tidak jauh beda dengan tahun lalu. Terutama untuk produksi dari daerah. Sementara untuk produksi dari perusahaan tambang besar atau PKP2B maupun yang diterbitkan pemerintah pusat tercatat 380 juta ton.

Artinya, produksi batu bara masih digenjot untuk tahun depan dan tidak sesuai dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang harusnya produksi mulai dibatasi. "Memang kondisinya demikian," kata Bambang. "Mau diapakan lagi, karena pertimbangannya tentu begini perusahaan IUP di daerah kan belum bisa ditahan jadi tetap saja masuk, tapi bagaimana kita kendalikan."

Sebelumnya, dalam paparan di Kementerian ESDM, pemerintah menyebut target produksi batu bara 2019 sekitar 480 juta ton. Masih turun dibanding realisasi 2018 yang digenjot hingga 528 juta ton, tapi hitungannya tetap tinggi karena tak sesuai target RUEN.

Pemerintah juga telah menetapkan harga untuk domestic market obligation (DMO) sebesar US$ 70 berlaku sampai dengan akhir 2019.

Bambang menuturkan, pihaknya akan melihat perkembangan ke depan, seperti dinamika harga, dan kebutuhan nasional batubara. Baru nanti akan diputuskan apakah setelah 2019 harga DMO batubara ini akan dilanjutkan atau tidak.

"(Harga DMO) sampai akhir 2019 kan ini. Nanti kami putuskan setelah 2019 bagaimana setelelah kami lihat perkembangannya. Dinamika harga batubara, kebutuhan nasional batubara," ujar Bambang ketika ditemui dalam paparan kinerja sektor ESDM, pekan lalu.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading