OJK: di Tengah Volatilitas Emisi Obligasi Capai Rp 162 T

Market - Houtmand P Saragih & Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
19 December 2018 18:05
OJK: di Tengah Volatilitas Emisi Obligasi Capai Rp 162 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas penghimpunan dana dari pasar modal, khususnya obligasi korporasi hingga 17 Desember 2108 mencapai sudah melebihi total pencapaian 2017.

Berdasarkan data yang disampaikan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santosa yang menyembutkan nilai emisi obligasi korporasi sudah mencapai Rp 162,3 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan total perolehan tahun lalu yang mencapai Rp 156,71 triliun.

"Ditengah volatilitas penghimpuanan dana korporasi, khususnya surat utang korporas hingga 17 Desember 2018 penghimpunan dana Rp 162,3 triliun," kata Wimboh.

Sebelumnya, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi prediksi penerbitan surat utang dalam bentuk obligasi di tahun ini yang sebelumnya diperkirakan sebesar Rp 158,5 triliun menjadi hanya sebesar Rp 130 triliun-Rp 140 triliun saja.


Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra mengatakan revisi ini dilakukan karena kondisi tingginya suka bunga Bank Indonesia yang akan berdampak pada tingkat kupon yang akan lebih mahal. Ditambah dengan kondisi pasar global yang tertekan karena pengaruh bank sentral AS (The Fed).

"Perkiraan target awal yakni Rp 150 triliun. Sekarang Rp 100 triliun (yang diterbitkan) namun sepertinya akhir tahun Rp 130 triliun-Rp 140 triliun di kondisi ini," kata Salyadi di Gedung Bursa Efek Indonesia beberapa waktu lalu.

Menurut dia, beberapa korporasi yang tetap menerbitkan obligasi di tahun ini merupakan emiten-emiten yang memang rutin untuk menerbitkan surat utang.

Sementara itu, lanjut Wimboh, dari sisi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tahun ini tercatat mencapai jumlah tertinggi dari jumlah perusahaan. OJK mencatat jumlah emiten tertinggi hingga 59 perusahaan.

Semetara itu, nilai aset yang dikelola sedangkan nilai dana kelolaa atau (aset under management/AUM) hingga 14 Desember 2018 mencapai Rp 734,9 triliun atau naik 8,01% dibanding akhir tahun 2017.

[Gambas:Video CNBC] (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading