Asing Borong Lagi Saham GarudaFood, 2 Hari Rp 917,78 M

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
08 November 2018 10:17
Asing Borong Lagi Saham GarudaFood, 2 Hari Rp 917,78 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) pada perdagangan pagi ini diborong investor asing. Nilai akumulasi beli bersih (net buy) asing pada saham ini mencapai Rp 284,67 miliar yang merupakan kelanjutan dari net buy yang terjadi kemarin.

Hingga pukul 09.45 WIB, setelah net buy investor asing tersebut harga saham GOOD tercatat naik 1,47% ke level harga Rp 2.070/saham. Pada perdagangan kemarin, asing memburu saham GOOD sebesar Rp 633,11 miliar.

Artinya dalam dua hari perdagangan ini, nilai akumulasi net buy investor asing pada saham ini mencapai Rp 917,78 miliar.



GOOD merupakan emiten baru di bursa. Saham Garuda Food mencatatkan sahamnya di bursa saham pada 10 Oktober 2018. Price to earning ratio (PER) GOOD mencapai 43,04 kali dengan kapitalisasi pasar Rp 14,61 triliun.

Investor asing memborong saham GOOD karena melihat prospek dan fundamental sahamnya. Emiten makanan ringan ini punya prospek bisnis yang masih cukup tinggi karena termasuk salah satu pemain utama di pasar Indonesia.

GOOD juga berencana untuk menambah pabrik baru tahun depan. Pabrik ini akan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan. Saat ini proses produksi dilakukan pada pabrik di Pati (Jawa Tengah), Gresik (Jawa Timur) dan Rancaekek Sumedang (Jawa Barat).

Pada saat IPO manajemen GOOD juga menyampaikan rencana untuk meningkatkan volume penjualan ekspor perseroan lebih dari 10%. Saat ini volume penjualan ekspor perseroan berkisar 5% dari total penjualan perseroan.

Direktur Utama perseroan Hardianto Atmadja mengatakan Garudafood mengincar negara-negara Asia terutama di Asia Tenggara dalam proses peningkatan volume ekspor produk-produknya.

"Kami harapkan minimal double digit ekspor itu secara perlahan hingga 2-3 tahun kedepan, karena market ekspor itu cukup menjanjikan. Jadi milestone kami menjadi perusahaan yang go internasional kedepannya," ujar Hardianto saat pencatatan saham perdana.



(hps/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading