Data Inflasi Kembali Jadi Beban, IHSG Turun Tipis 0,1%

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
02 November 2018 12:15
Data Inflasi Kembali Jadi Beban, IHSG Turun Tipis 0,1%
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasca dibuka menguat 0,64%, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi 1 dengan melemah 0,1% ke level 5.830,2.

Performa IHSG berbanding terbalik dengan bursa saham utama kawasan Asia yang ditransaksikan di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,59%, indeks Shanghai naik 1,21%, indeks Hang Seng naik 2,4%, indeks Strait Times naik 0,74%, dan indeks Kospi naik 2,17%.

Perkembangan mengenai perang dagang AS-China yang positif membuat investor bersemangat untuk memburu saham-saham di Benua Kuning. Melalui cuitan di Twitter, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping melalui telepon dan diskusi di antara kedua pemimpin tersebut berjalan dengan baik.


"Baru saja melakukan pembicaraan yang baik dengan Presiden Xi Jinping. Kami membicarakan berbagai topik dengan fokus mengenai perdagangan. Diskusi berjalan baik dan rencananya ada pertemuan saat KTT G20 di Argentina. Kami juga melakukan diskusi yang baik membahas Korea Utara!" sebut Trump.

Sebelumnya, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Lawrence Kudlow sempat memberikan pandangan yang optimis mengenai pertemuan di Argentina nanti.

"Kami mungkin akan melakukan dialog yang sangat bagus dengan Presiden Xi," ujar Kudlow.

Bahkan, Kudlow menyebut bahwa bisa saja bea masuk yang selama ini diterapkan bakal dicabut.

"Tidak ada yang ditulis di atas batu. Jika ada kesepakatan dengan China, maka bisa saja berbagai bea masuk akan dihapuskan," ungkapnya kepada wartawan di Gedung Putih, mengutip Reuters.

Sayang, rilis angka inflasi kembali menjadi momok bagi IHSG. Kemarin (1/11/2018), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi sebesar 0,28% MoM pada Oktober 2018, lebih tinggi dibandingkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia sebesar 0,17% MoM.

Inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi memberi sinyal bahwa depresiasi rupiah sudah mulai memberikan dampak negatif ke kantong masyarakat Indonesia, sehingga konsumsi bisa tertekan.

Akibatnya, saham-saham barang konsumsi dilepas oleh investor dan membuat indeks sektoralnya melemah sebesar 0,49%. Sektor barang konsumsi lantas memberikan kontribusi negatif terbesar bagi IHSG hingga akhir sesi 1.

Saham-saham barang konsumsi yang dilepas investor diantaranya: PT HM Sampoerna Tbk/HMSP (-1,64%), PT Indofood Sukses Makmur Tbk/INDF (-0,42%), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk/ULTJ (-0,42%), dan PT Gudang Garam Tbk/GGRM (-0,07%).

Sisi positifnya, terlepas dari pelemahan IHSG, investor asing membukukan beli bersih yang cukup besar yakni senilai Rp 416,7 miliar. 5 besar saham yang diburu investor asing adalah: PT Astra International Tbk/ASII (Rp 133,3 miliar), PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (Rp 111,6 miliar), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (Rp 72,9 miliar), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 50,1 miliar), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (Rp 32,9 miliar).


TIM RISET CNBC INDONESIA



(ank/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading