Kuartal III-2018, Laba Bank BJB Naik 25,4% Jadi Rp 1,3 T
Tito Bosnia,
CNBC Indonesia
25 October 2018 20:15
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB mencatatkan laba bersih senilai Rp 1,3 triliun pada kuartal III-2018. Nilai ini tumbuh 25,4% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal III-2017 senilai Rp 1,07 triliun.
Pertumbuhan laba bersih perseroan didorong oleh penyaluran kredit yang tumbuh 5,3% menjadi Rp 74,6 triliun. Sedangkan net interest income (NIM) naik 4,1% YoY menjadi Rp 4,84 triliun dan pendapatan non bunga tumbuh 23,2% YoY menjadi Rp 673 miliar.
Pembiayaan kredit kepada consumer meningkat 5% YoY menjadi Rp 49,13 triliun. Dilanjutkan dengan pembiayaan kepada mikro (+13,3%) menjadi Rp 5,27 triliun, komersial (+0,5) YoY menjadi Rp 14,09 triliun hingga perumahan yang tumbuh 12,5% menjadi Rp 5,71 triliun.
"Meskipun suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI) terus naik secara kuartalan, namun cost of fund kami turun menjadi 4,94% dibandingkan dengan tahun lalu yakni 5,1%. Jadi ini salah satu cara kami untuk memaksimalkan profit," ujar As'adi Budiman Corporate Secretary Perseroan di Ritz Carlton, Pacific Place, Kamis (25/10/18).
Sementara itu, hingga September 2018 rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross yakni sebesar 1,58%. Sedangkan NPL net sebesar 1,05%.
"Rasio NPL ini lebih baik dibandingkan catatan OJK mengenai NPL industri perbankan yang berada di level 2,74% per Agustus 2018, dan kondisi industri saat ini," tambahnya.
"Pada akhir tahun ini, likuditas bank menjadi sangat ketat ya, sehingga kami manajemen berusaha agar di 3 bulan terakhir tahun ini bisa terus ideal. Indikator yang penting yakni rasio keuangan agar tetap terjaga dengan baik selain profitabilitas bank," ungkap As'adi.
(roy) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Simak! Usai 'Mati Suri', 10 Bank Mini Bangkit dari 'Kubur'
Pertumbuhan laba bersih perseroan didorong oleh penyaluran kredit yang tumbuh 5,3% menjadi Rp 74,6 triliun. Sedangkan net interest income (NIM) naik 4,1% YoY menjadi Rp 4,84 triliun dan pendapatan non bunga tumbuh 23,2% YoY menjadi Rp 673 miliar.
Sementara itu, hingga September 2018 rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross yakni sebesar 1,58%. Sedangkan NPL net sebesar 1,05%.
"Rasio NPL ini lebih baik dibandingkan catatan OJK mengenai NPL industri perbankan yang berada di level 2,74% per Agustus 2018, dan kondisi industri saat ini," tambahnya.
"Pada akhir tahun ini, likuditas bank menjadi sangat ketat ya, sehingga kami manajemen berusaha agar di 3 bulan terakhir tahun ini bisa terus ideal. Indikator yang penting yakni rasio keuangan agar tetap terjaga dengan baik selain profitabilitas bank," ungkap As'adi.
(roy) Add
source on Google