Penjelasan Lengkap Manajemen LPCK Soal Kasus Hukum Meikarta

Market - Roy Franedya, CNBC Indonesia
25 October 2018 19:46
Penjelasan Lengkap Manajemen LPCK Soal Kasus Hukum Meikarta
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah dua kali mangkir, manajemen PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) akhirnya memenuhi permintaan Bursa Efek Indonesia BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjelaskan kasus hukum yang menimpang megaproyek Meikarta.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI pada tanggal 25 Oktober 2018 manajemen memberikan penjelasan lengkap soal kasus ini.

1. Manajemen menjelaskan pada tanggal 19 Oktober 2018, tim Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) telah mendatangi kantor Perseroan dan PT Mahkota Sentosa Utama (MSU). Sebagai warga negara korporasi yanng baik, baik Perseroan maupun MSU bersifat kooperatif, terbuka dan siap membantu kerja KPK. Perseroan menghormati proses hukum yang sedang berjalan sehubungan dengan pemeriksaan yang dilakukan KPK, dan kami menunggu hasil penyelidikan KPK dalam mengungkapkan kasus dugaan suap tersebut secara adil dan tuntas.


2. Dalam upaya untuk menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang lebih baik, perseroan sebagai perusahaan publik mengambil sikap untuk melakukan investigasi internal yang objektif serta melakukan evaluasi atas Standard Operating Procedures dengan harapan untuk menciptakan iklim yang tertib dan kondusif.

Hal yang sama juga dilakukan MSU sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik yang menjunjung tinggi prinsip antikorupsi, sebagaimana yang telah disampaikan secara oleh Kuasa HUkum MSU, kantor hukum INTEGRITY yang diwakili oleh Prof Denny Indrayana, S.H.,, LL.M, Ph.D. selaku Senior Partner.

3. Terkait kinerja usaha Perseroan, manajemen terus bekerja untuk memastikan bahwa kegiatan usaha Perseroan berlangsung dengan baik sehingga diharapkan tidak menimbulkan dampak yang material bagi Perseroan, termasuk bagi stakeholder.

4. Hasil sementara investigasi internal kami terhadap proses perizinan di Proyek Meikarta, perizinan-perizinan yang telah dimiliki mencakup area seluas 84,3 ha yang terdiri dari 106 tower yang telah dikeluarkan dalam rentang waktu 1994 hingga 2018. Saat ini pembangunan di Proyek Meikarta sedang difokuskan untuk membangun 28 tower yang akan dapat diselesaikan pada awal 2019. Kami berkomitmen penuh mendukung MSU untuk menyelesaikan pembangunan Proyek dan melakukan serah terima unit-unit yang sudah dipesan dan konsumen sesuai dengan yang telah disepakati dengan konsumen.

5. Hal-hal lain yang menyangkut risiko usaha yang ditimbulkan atas MSU dan dampaknya terhadap kinerja Perseroan masih kami pelajari dengan teliti serta akan kami laporkan pada waktunya.

Asal tahu saja, Meikarta merupakan megaproyek properti yang dikerjakan oleh PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) yang merupakan anak usaha dari LPCK dengan kepemilikan 100%. Sementara sebanyak 54% saham di LPCK dimiliki oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). (roy/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading