Penjualan Naik 10,24%, ISSP Targetkan Pendapatan Rp 4 T

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
16 October 2018 12:18
Penjualan Naik 10,24%, ISSP Targetkan Pendapatan Rp 4 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) mencatatkan kenaikan penjualan 10,24% year on year (YoY) dari produk-produk pipa dan baja pada kuartal III tahun ini.

Pada periode Januari-September, total penjualan sebesar 267,53 ribu ton. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 242,68 ribu ton.

Deputy President Director ISSP Tedja Sukmana Hudianto mengtakan bahwa kenaikan volume penjualan dimotori oleh produk dari pipa perabot (+24%) dan pipa otomotif (+33%) dibandingkan kuartal III tahun lalu.

"Intinya karena kmi terus komitmen untuk menjual produk ditambah dengan dukungan supplier jadi berkontribusi pada kuartal III ini. Kebetulan memang tren menuju akhir tahun biasanya lebih meningkat, karena semester lalu kan ada Idul Fitri dan Ramadhan juga ya," ujarnya di Gedung Baja, Selasa (16/10/18).


Dengan peningkatan penjualan ini, perseroan mencatat nilai pendapatan penjualan di sepanjang periode Januari-September 2018 meningkat 24,88% menjadi Rp 3,38 triliun dibandingkan dengan kuartal III tahun lalu senilai Rrp 2,71 triliun.

Kontribusi tertinggi berasal dari penjualan water pipe (Rp 697 miliar), black pipe non API senilai Rp 709 miliar hingga produk mechanical pipe senilai Rp 527,11 miliar.

"Tahun ini targetnya pasti lebih tinggi dari tahun lalu ya, targetnya bisa di atas Rp 4 triliun untuk penjualan. Kan ini tinggal tiga bulan lagi ya," tambahnya.

Sebagai tambahan informasi, di sepanjang 2017 penjualan dan pendapatan perusahaan meningkat 12,38% menjadi Rp 3,66 triliun dibandingkan di tahun sebelumnya sebesar Rp 3,25 triliun.

Pendapatan usaha tertinggi terdapat pada penjualan produk pipa hitam yang naik 48,07% dari sebelumnya Rp 428,71 miliar menjadi Rp 634,82 miliar.

Selain itu, penjualan produk pipa spiral tumbuh 47,88% pada 2017 menjadi 642,21 miliar serta didorong kenaikan penjualan produk pipa air sebesar 14% menjadi Rp 732,99 miliar. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading