Sempat Dibuka Merah karena The Fed, Straits Time Balik Arah

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
27 September 2018 08:29
Sempat terpengaruh dengan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin.
Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat dibuka di zona merah, bursa saham Singapura perlahan masuk ke zona hijau pada perdagangan pagi ini. Di awal perdagangan sempat terpengaruh dengan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin, tapi sejurus kemudian pemodal di Negeri Singa tersebut mulai optimistis.

Indeks Straits Time hingga 20 menit perdagangan menguat 0,21% ke level 3.245,82 atau bertambah 6,72 poin. Volume perdagangan tercatat mencapai 86,2 juta saham senilai SGD 151,7 juta.

Saham-saham yang menopang penguatan bursa saham Singapura pagi ini antara lain, saham UOB naik 0,16%, DBS naik 0,14%, OCBC Bank naik 0,02% dan SingTel naik 0,01%.

Mayoritas, bursa saham utama Asia pada perdagangan pagi ini dibuka di zona merah, merespons kenaikan suku bung acuan The Fed (Fed Fund Rate/FFR). The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi kisaran 2%-2,25%, sesuai dengan perkiraan pasar.


Kepada wartawan setelah mengumumkan kenaikan suku bunga, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan tidak melihat adanya kenaikan inflasi yang mengejutkan dan bahwa "hal itu tidak ada dalam perkiraan kami."

Pernyataan tersebut menyebabkan bunga obligasi AS turun, begitu juga saham-saham perbankan.

Yield untuk obligasi negara AS bertenor 10 tahun terkoreksi menjadi 3,06%. Sementara itu, saham JPMorgan Chase, Bank of America, dan Citigroup melemah lebih dari 1%.

Para pejabat The Fed menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi AS menjadi 3,1% di 2018, naik dari 2,8%. Mereka juga memperkirakan perekonomian akan tumbuh 2,5% tahun depan dari 2,4% yang diperkirakan sebelumnya, CNBC International melaporkan.

Bank sentral juga menghilangkan kata "akomodatif" dari pernyataannya terkait kebijakan moneter yang dianut. Beberapa pelaku pasar memandang hal ini sebagai tanda The Fed akan berhenti menaikkan suku bunganya.
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading