Internasional

Perang Dagang Berdampak Negatif, Pengusaha AS Melawan

Market - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
12 September 2018 18:46
WASHINGTON, CNBC Indonesia - Lebih dari 60 industri Amerika Serikat meluncurkan koalisi untuk melakukan perlawanan terhadap kebijakan perang dagang Presiden Donald Trump, pada Rabu (12/9/2018). Kelompok tersebut bernama Americans for Free Trade.

Kelompok ini muncul setelah Trump menerapkan penggunaan bea masuk miliaran dolar sebagai bentuk ancaman untuk memenangkan perang dagang atau dengan keyakinan bahwa perang dagang akan membuat ekonomi AS lebih bergairah dan semakin banyak lapangan kerja yang dibuka.

"Banyak kelompok kepentingan lain yang berpikir, mereka tidak akan pergi sejauh atau sedalam ini, tetapi efek layering (bea masuk) akhirnya membuat setiap orang mengatakan: 'Ini sudah cukup,'" kata Nicole Vasilaros, pelobi senior untuk National Marine Manufacturers Association. Banyak karyawan mereka yang di PHK setelah terjadi kenaikan biaya sebesar 35%.


Trump telah memberlakukan bea masuk sebesar 25% pada barang-barang China senilai US$50 miliar (Rp 740 triliun). Hal ini akan berdampak pada besar mesin industri dan komponen elektronik menengah seperti semikonduktor.

Bea masuk US$200 miliar yang masih tertunda akan meluas ke barang-barang konsumsi. Ia juga memberikan ancaman tambahan US$267 miliar yang akan mencakup setiap ekspor China ke Amerika Serikat. China mengancam tentang adanya balasan, yang dapat mencakup tindakan terhadap operasi perusahaan AS di negeri tirai bambu.

Washington telah menuntut Beijing untuk lebih baik dalam melindungi kekayaan intelektual AS dan memotong surplus perdagangan. Hal ini memungkinkan perusahaan AS untuk mendapatkan akses lebih besar ke pasarnya dan menggulirkan program subsidi industri berteknologi canggih.

Kelompok koalisi bisnis ini terdiri atas beberapa perusahaan terbesar di AS. Di antaranya, American Petroleum Institute, yang mewakili penyuling terbesar seperti Exxon Mobil Corp dan Chevron Corp, serta Asosiasi Pemimpin Industri Ritel, yang mewakili perusahaan seperti Target Corp dan Autozone Inc.

"Banyak upaya yang telah berlangsung selama delapan bulan terakhir untuk mencoba membujuk presiden dan pemerintah bahwa bea masuk tidak akan berjalan dengan baik. Kami berpikir, ini belum terlambat," kata Dean Garfield, chief executive of the Information Technology Industry Council, yang beranggotakan Microsoft Corp, induk Google, Alphabet Inc dan Apple Inc.

Trump mengancam bea masuk di jalur kampanye dan mengakhiri partisipasi AS dalam Trans Pacific Partnership, pakta perdagangan multinasional besar, beberapa pengamat menganggap serius ancamannya.

Sejak itu, Trump telah menunjukkan keseriusannya dalam hal bea masuk. Ia meningkatkan serangan terhadap China dengan mengancam pungutan impor mobil dan mendorong Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement) yang lebih mendukung Amerika. Bahkan dengan risiko membunuh pakta tiga negara itu.

Siapa saja yang mencetuskan dan memimpin koalisi perlawanan pada kebijakan perang dagang Donald Trump?

Perang Dagang Berdampak Negatif, Pengusaha AS MelawanFoto: CNBC International

(roy)
1 dari 2 Halaman
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading