Tekanan Rupiah Berlanjut, Simak Saham Pilihan Broker

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
06 September 2018 08:28
Saham-saham pilihan broker untuk perdagangan hari Kamis (6/9/2018).
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi dalam 3,76% di level 5.683,50 pada perdagangan kemarin, Rabu (5/9/2018).

Total nilai transaksi di pasar saham hari ini mencapai Rp 8,74 triliun dengan volume perdagangan saham sebanyak 10,63 miliar unit. Sebanyak 411 saham harganya turun, 32 saham harganya naik dan 52 saham harganya stagnan.



Nilai tukar rupiah yang cenderung flat atau stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tak mampu membendung pelemahan IHSG karena bursa saham Asia mayoritas juga mengalami koreksi karena ketakutan krisis di negara berkembang meluas.


Semua sektor yang menjadi penyusun IHSG tercatat terkoreksi di mana sektor barang konsumsi tercatat turun paling dalam 4,17%, sektor manufaktur turun 4,08%, sektor industri dasar turun 3,99%, sektor infrastruktur turun 3,87%, dan sektor properti turun 3,85%.

Lantas, di tengah tekanan dari rupiah yang masih berlanjut, berikut ulasan dari para broker terkait saham-saham yang patut diperhatikan dalam perdagangan hari ini, Kamis (6/9/2018).


1. Binaartha Sekuritas
Analis dari Binaartha Sekruitas Nafan Aji mengatakan melemahnya IHSG hingga level 5.683,50 kemarin menunjukkan support pertama maupun kedua dengan range pada level 5.580,47 hingga 5.477,45.

"Berdasarkan indikator, MACD sudah membentuk pola dead cross di area positif. Namun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan oversold atau jenuh jual. Oleh sebab itu, probabilitas terjadinya rebound bagi indeks mulai terbuka lebar," ujarnya.

Sementara itu, berikut beberapa saham yang patut diperhatikan dalam perdagangan hari ini.

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
BMRI ditutup melemah di level Rp 6.325 pada 5 September 2018. Adapun target harga pada level Rp 6.825 dan Rp 6.985 berhasil tercapai. Probabilitas rebound terbuka lebar sejak pergerakan harga sudah menguji garis bawah dari bollinger. Akumulasi beli (buy) pada area level Rp 6.200 - Rp 6.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.750 dan Rrp 7.350.

2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
BRPT ditutup melemah di level Rp 1.610 pada perdagangan kemarin. Terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Akumulasi beli (buy) pada area level Rp 1.550 - Rp 1.610, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.730 and Rp 1.800.

3. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
ERAA ditutup melemah di level Rp 2.360 pada perdagangan kemarin Rabu. Terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Akumulasi beli (buy) pada area level Rp 2.170 - Rp 2.370, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.530 dan Rp 2.960.

4. PT XL Axiata Tbk (EXCL)
Akumulasi beli (buy) pada area level Rp 2.770 - Rp 2.810, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.910 hingga Rp 3.970.

5. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
ICBP ditutup melemah di level 8400 pada 5 September 2018. Probabilitas rebound terbuka lebar sejak pergerakan harga sudah menguji garis bawah dari bollinger. Akumulasi beli (buy) pada area level Rp 8.350 - Rp 8.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp 8.500 hingga Rp 9.250.

6. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
Akumulasi beli (buy) pada area level Rp 4.925 - Rp 5.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.050 hingga Rp 5.875.


2. Indosurya Sekuritas
Indosurya Sekuritas mengatakan jelang rilis laporan data tingkat kepercayaan konsumen hari ini yang disinyalir akan cukup bagus, terlihat akan memberikan pengaruh positif terhadap pola gerak IHSG. Walaupun belum terlihat akan berpengaruh signifikan

Sedangkan penantian akan rilis data perekonomian CADEV pada esok hari akan dapat memberikan pengaruh lebih besar terhadap pola gerak IHSG dalam jangka pendek.

"Potensi utnuk mengalami teknikal rebound akan terlihat pada pergerakan IHSG hari ini. Dengan kisaran level di 5.611 - 5.802," ungkap William Surya Wijaya.

Sedangkan saham-saham yang layak untuk diperhatikan di antaranya: UNVR, MYOR, INDF, ICBP, TOTL, SMCB, ROTI, TLKM, KLBF, BBNI dan SRIL.


3. Kiwoom Sekuritas
Analisa dari Kiwoom Sekuritas memperkirakan ecara teknikal, indeks IHSG pada hari ini masih berpotensi terkoreksi dengan support dan resistance di level 5581 hingga 5.828.

Fluktuasi nilai rupiah berimbas pada pasar saham dan dikhawatirkan akan berimbas pada fundamental ekonomi dalam negeri. Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran pelaku pasar, khususnya secara jangka pendek.

Saham-saham yang layak untuk diperhatikan di antaranya :
1. PT Siloam International Hospital Tbk (SILO)
Siloam akan melanjutkan ekspansinya dengan meresmikan rumah sakit terbarunya yang ke-34. Rumah Sakit Siloam Semarang yang baru diresmikan tersebut merupakan hasil akuisisi dengan nilai investasi Rp 150 miliar.

Ekspansi atas rumah sakit tersebut tentunya merupakan target dari rencana perusahaan untuk membangun rumah sakit di tahun ini. Adapun ekpansi perusahaan sampai akhir tahun akan ada 40 rumah sakit siloam dengan menawarkan konsep kualitas, skala, jangkauan dan compassion.

Secara jangka pendek, rekomendasi jual memiliki probabilitas 50% dengan target di level Rp 2.650 dan exit di level harga Rp 3.850. Sedangkan rekomendasi jual secara jangka panjang memiliki probabilitas 52% di target Rp 2.500 dan exit Rp 3.850, sedangkan support area berada di level Rp 2.475 dan resistance di level harga Rp 3.200.

2. PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS)
RALS mencatatkan penjualan mencapai Rp 5,1 triliun di semester I-2018. Pencapaian ini tumbuh tipis 4%, dibanding periode sama 2017 sebesar Rp 4,9 triliun.

Dengan memproyeksikan penjualan selama 2018 mencapai Rp 8,2 triliun. Keuangan perseroan di semester satu lalu, telah membukukan penjualan sekitar 62,9% dari total target tersebut.



Dengan strategi yang dilakukan perusahaan antara lain mengamankan stok barang sesuai permintaan pasar, diperkirakan mampu mendukung pencapaian target penjualan.

Strategi sell secara jangka pendek memiliki probabilitas 53% dengan target di Rp 1.100 dan exit di level Rp 1.345. Strategi beli (buy) untuk investasi memiliki probabilitas 81% dengan target di level harga Rp 2.050 dan exit di level Rp 840/saham. Area support berada di level Rp 990 dan resistance di level Rp 1.120.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading