Penjualan Alat Berat Naik, Saham United Tractors Bisa Reli

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 August 2018 19:09
Penjualan Alat Berat Naik, Saham United Tractors Bisa Reli
Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang menyebutkan pertumbuhan penjualan alat berat cukup signifikan selama tujuh bulan pertama 2018 mendorong ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan harga saham anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini. Kalangan broker menilai peningkatan penjualan tersebut akan mendorong pendapatan perseroan pada 2018.

Panin Sekuritas menilai harga komoditas yang moncer akan mendorong kinerja positif di segmen pertambanga sehingga menikkan permintaan alat berat.

Selanjutnya, kinerja perusahaan akan semkain positif paska diversifikasi yang dilakukan perusahaan dengan mengakuisisi tambang emas dan perak martabe. Ditambah dengan neraca yang kuat dengan posisi net cash untuk mendukung aktivitas investasi.

Sepanjang Juli saja perusahaan ini mampu menjual alat berat jenis Komatsu sebanyak 476 unit, sehingga total sejak akhir tahun penjualan sudah mencapai 2.876 unit. Panin Sekuritas memprediksi hingga akhir tahun perusahaan ini akan mampu menjual sebanyak 4.300 unit. Artinya realisasi penjualan selama tujuh bulan terakhir sudah mencapai 66,9%.


United Tractors memprediksi penjualan lebih tinggi, yakni mencapai 4.500 unit sepanjang 2018, dimana penjualan ke sektor pertambangan ini berkontribusi sebesar 50%-60% untuk penjualan Komatsu dari total volume penjualan Komatsu seiring dengan penguatan harga batu bara global dan cuaca baik di sekitar tambang yang mendorong perusahaan tambang untuk meningkatkan produksi.

Penjualan alat berat kepada sektor pertambangan masih menjadi kontributor utama sebesar 52% sedangkan penjualan kepada sektor pertanian, konstruksi, dan kehutanan berkontribusi masing-masing sebesar 19%, 18% dan 11%. Pangsa pasar Komatsu mencapai 36% di Indonesia dan diprediksi stabil sebesar 35%-37% sepanjang tahun 2018.

Diversifikasi bisnis untuk menghadapi pergerakan harga batubara global dengan akuisisi tambang Martabe, Sumatera Utara. Tambang ini memiliki cadangan sebesar 4,7 juta ons emas dan 36 juta ons perak. Manajemen memperkirakan volume produksi emas akan mencapai 350 ribu ons mengingat keterbatasan kapasitas pabrik pengolahan dan usaha menjaga umur tambang.

"Kami melihat diversifikasi bisnis ini positif dan akan mendorong kinerja kedepannya," kata Panin Sekuritas dalam risetnya seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (23/8).

Meski demikian, kinerja perusahaan yang baik juga memiliki tantangannya sendiri. Perlu diantisipasi terjadi penurunan harga komoditas batu bara yang tidak terduga dari perubahan kebijakan sejumlah negara. Kemudian, kondisi cuaca yang dapat memengaruhi volume produksi dan kondisi rupiah yang masih terdepresiasi oleh dolar.

Panin Sekuritas menilai secara valuasi saham UNTR masih sebesar 11,8x di 2019 mendatang, diskon 12,9%. Sekuritas ini menargetkan harga saham ini sebesar Rp 42.000 per saham.

Sementara itu, di akhir perdagangan hari ini saham UNTR ditutup menguat tipis 0,94% ke Rp 35.000 per saham dari harga penutupan sebelumnya di Rp 34.675 per saham. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading