Newsletter

Mesra AS-Eropa Bikin Tenang Dunia

Market - Hidayat Setiaji & Anthony Kevin & Raditya Hanung, CNBC Indonesia
26 July 2018 05:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Sentimen positif eksternal dan domestik mendukung penguatan IHSG. 

Kemarin, IHSG mampu menguat 0,04% kala penutupan pasar. Nilai transaksi tercatat Rp 6,75 triliun dengan volume 10,67 miliar unit saham. Frekuensi perdagangan adalah 414.903 kali. 

Dari dalam negeri, IHSG terbantu oleh penguatan rupiah. Dolar Amerika Serikat (AS) yang sedang lesu mampu dimanfaatkan dengan baik oleh rupiah dengan penguatan yang mencapai 0,48%. Rupiah pun menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di antara mata uang utama Asia. 



Penguatan nilai tukar rupiah lantas mendorong aksi beli investor asing yang cukup deras, yakni dengan nilai bersih sebesar Rp 96 miliar. Saham-saham yang diburu investor asing di antaranya BBCA (Rp 125,5 miliar), UNTR (Rp 52,4 miliar), PTBA (Rp 50 miliar), INKP (Rp 48,5 miliar), dan ASII (Rp 39 miliar). 

Sementara faktor eksternal yang membantu penguatan IHSG adalah rencana pemerintah China melakukan ekspansi fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan tersebut termasuk relaksasi perpajakan dan peningkatan penerbitan obligasi oleh pemerintah daerah. 

Dengan kebijakan fiskal dan moneter yang lebih ekspansif, likuiditas akan berlimpah sehingga laju perekonomian China diharapkan bisa dipertahankan di level yang relatif tinggi. Pertumbuhan ekonomi China yang lebih baik bisa mengangkat negara-negara lain, karena Negeri Tirai Bambu adalah perekonomian terbesar kedua di dunia. 

Tidak hanya IHSG, aura positif pun terasa di bursa saham Benua Kuning. Indeks Nikkei 225 naik 0,46%, Hang Seng bertambah 0,9%, Straits Times melonjak 1,04%, dan KLCI (Malaysia) menguat 0,05%.

(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading