Rumah Tipe Ini yang Pertumbuhannya Melesat Kencang
Anastasia Arvirianty,
CNBC Indonesia
02 July 2018 17:48
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat berdasarkan tipe pertumbuhan KPR tertinggi ada pada hunian jenis flat/apartemen tipe 22-70 dan tipe >70, serta rumah tapak tipe 22-70, dan >70.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Filianingsih Hendarta kepada media saat dijumpai di Gedung BI, Jakarta, Senin (2/7/2018).
Lebih lanjut, Filianingsih memaparkan berdasarkan data BI, sampai pada Mei 2018, pertumbuhan KPR hunian jenis apartemen dengan tipe 22-70 secara year on year (yoy) mencapai 46,21%, sedangkan untuk tipe >70, bertumbuh 19,74%.
Adapun, sampai dengan periode yang sama, hunian dengan jenis rumah tapak bertipe 20-77 pertumbuhan KPR-nya secara yoy mencapai 21,15%, dan tipe >70 bertumbuh mencapai 7,63%.
Namun, risiko kredit macet (NPL) KPR tertinggi secara yoy ternyata ada pada hunian apartemen tipe 21 dan di bawahnya, yang pada Mei 2018 tercatat sebesar 5,66% dari yang sebelumnya sebesar 5,55% di Mei 2017, dan hunian tipe ruko/rukan yang sebesar 4,93% dari sebelumnya di kisaran 4,5%.
Sedangkan untuk jenis rumah tapak, NPL tertinggi tercatat pada tipe >70 yakni sebesar 3,33% dibanding Mei 2017 yang sekitar 3,1%, dan tipe 21 ke bawah, sebesar 3,06% dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 3%.
"Meski NPL meningkat signifikan, tetapi risiko kredit properti masih terkendali. Memang, pada segmen KPR, perlu diwaspadai risiko kredit untuk pemilikan apartemen, ruko/rukan, dan rumah tapak dengan tipe tersebut yang terus meningkat secara konsisten," kata Filianingsih.
(dru)
Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Pemangkasan DP KPR Mulai Terasa, Pengembang Semringah
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Filianingsih Hendarta kepada media saat dijumpai di Gedung BI, Jakarta, Senin (2/7/2018).
Lebih lanjut, Filianingsih memaparkan berdasarkan data BI, sampai pada Mei 2018, pertumbuhan KPR hunian jenis apartemen dengan tipe 22-70 secara year on year (yoy) mencapai 46,21%, sedangkan untuk tipe >70, bertumbuh 19,74%.
Namun, risiko kredit macet (NPL) KPR tertinggi secara yoy ternyata ada pada hunian apartemen tipe 21 dan di bawahnya, yang pada Mei 2018 tercatat sebesar 5,66% dari yang sebelumnya sebesar 5,55% di Mei 2017, dan hunian tipe ruko/rukan yang sebesar 4,93% dari sebelumnya di kisaran 4,5%.
Sedangkan untuk jenis rumah tapak, NPL tertinggi tercatat pada tipe >70 yakni sebesar 3,33% dibanding Mei 2017 yang sekitar 3,1%, dan tipe 21 ke bawah, sebesar 3,06% dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 3%.
"Meski NPL meningkat signifikan, tetapi risiko kredit properti masih terkendali. Memang, pada segmen KPR, perlu diwaspadai risiko kredit untuk pemilikan apartemen, ruko/rukan, dan rumah tapak dengan tipe tersebut yang terus meningkat secara konsisten," kata Filianingsih.
source on Google