Eksplorasi 2 Tambang Baru, J Resources Cari Utang Rp 4,29 T

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
29 June 2018 19:53
Eksplorasi 2 Tambang Baru, J Resources Cari Utang Rp 4,29 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tengah mencari pendanaan agar bisa memulai kontruksi proyek penambangan di dua blok tambang, di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

"Kami harus mencari pendanaannya dulu, utamanya sih dari perbankan," ujar Direktur PSAB William Surnata kepada media saat dijumpai usai melakukan paparan kinerja perusahaan di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Lebih lanjut, William menjelaskan, kebutuhan dana untuk konstruksi di dua blok tambang tersebut mencapai US$ 300 juta atau Rp 4,29 triliun. Adapun, perusahaan berharap bisa memulai kontruksi penambangan di kedua blok tersebut pada akhir 2018.


"Kami sudah punya izin-izin yang harus dipenuhi untuk kedua blok itu, AMDAL juga sudah ada. Tinggal masalah kontruksi dan pembebasan lahan saja. Itu yang masih kami lakukan saat ini," tambah William.

Ia juga menuturkan, proyek penambangan di Doup, Sulawesi Utara perkiraan awalnya dapat memproses 4 juta-4,5 juta konsentrat per tahun, sementara penambangan di Pani, Gorontalo, kapasitas proses konsentratnya sebanyak dua juta ton per tahun.

"Dari perkiraan kami, untuk Doup itu rata-rata dapat memproduksi sesuai dengan mining sequense yakni 125 ribu ounce per tahun, sedangkan di Pani bisa sebanyak 70 ribu ounce per tahun," pungkas William.

Adapun, dari segi kinerja, sampai pertengahan tahun ini, perusahaan telah memproduksi 80 ribu ounce emas. Sedangkan, sepanjang 2017 lalu, perusahaan membukukan penurunan laba bersih sebesar 24,76% dari sebelumnya Rp 264,2 miliar di sepanjang 2016 menjadi Rp 198,78 miliar pada 2017.

Penurunan laba bersih tersebut didorong oleh penurunan penjualan usaha PSAB sebesar 6,69% menjadi Rp 3,01 triliun pada 2017 dibandingkan dengan penjualan pada 2016 sebesar Rp 3,23 triliun. Sedangkan beban penjualan mengalami penurunan 2,83% pada 2017 menjadi Rp 1,28 triliun dibandingkan dengan beban penjualan pada 2016 sebesar Rp 1,32 triliun.
(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading