Internasional

Perang Dagang, China Suntikkan Likuiditas Rp 430,9T ke Bank

Market - Roy Franedya, CNBC Indonesia
19 June 2018 15:57
Perang Dagang, China Suntikkan Likuiditas Rp 430,9T ke Bank
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral China, People's Bank of China (POBC), memberikan stimulus pada perbankan untuk mengantisipasi dampak perang dagang yang memburuk. Bank sentral memberikan fasilitas pinjaman sebesar 200 miliar yuan atau setara US$31 miliar (Rp 430,9 triliun) dalam bentuk lending facility jangka menengah (MLF).

Suntikan dana ke sistem keuangan China ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif baru sebesar 10% pada barang China senilai US$200 miliar. Belum ada pinjaman MLF yang jatuh tempo pada Selasa (19/6/2018).


Operasi moneter ini juga muncul setelah bank sentral China mengambil tindakan tak terduga pekan lalu. Bank sental China memutuskan tidak menaikkan suku bunga antarbank padahal bank sentral AS, Federal Reserve, menaikkan suku bunga acuannya. Padahal, analis memperkirakan POBC akan mengambil langkah serupa.


Kepala Riset Bank OCBC China Tommy Xie menduga fasilitas pinjaman MLF merupakan "bagian dari paket kebijakan" demi menangkal potensi kejatuhan sektor keuangan karena konflik perang dagang.

"Dengan tensi perang dagang yang terus meningkatkan hingga US$200 miliar, tidak ada cara bagi China untuk mengimbanginya. Tetapi setidaknya, telah mengisyaratkan dengan jelas bahwa China tidak akan menyerah mendukung industri berteknologi tinggi sendiri," kata Xie seperti dilaporkan Reuters dan dilansir CNBC International.

"Daripada terjebak dalam lingkaran setan yang kejam ini, kami mengharapkan China mempercepat rencananya meningkatkan permintaan domestik melalui kebijakan fiskal proaktif untuk memotong pajak dan meningkatkan belanja negara."

PBOC mengatakan suku bunga MLF satu tahun mencapai 3,3%. Tingkat suku bunga ini belum berubah dari tahun sebelum ketika bank sentral menyuntikkan likuiditas ke perbankan.

Injeksi uang tunai ini merupakan cara untuk "menutupi kesenjangan likuiditas jangka menengah sampai jangka panjang dalam sistem perbankan" untuk menangkal risiko likuiditas termasuk pembayaran pajak, penerbitan obligasi pemerintah, dan reverse repurchase agrement (repo) yang jatuh tempo, kata PBOC.

Ekonom ANZ Bank di Shanghai David Qu mengatakan bank sentral sedang mencoba mengatasi tekanan pada likuiditas yang berasal dari peningkatan biaya utang perusahaan, pembekuaan penerbitan surat utang, dan kredit macet.


"Bank sentral menanggapi tekanan-tekanan itu," katanya.

"Penerbitan MLF hari ini juga bisa ditujukan untuk mengurangi kekhawatiran pasar keuangan atas perang dagang."

Dalam pernyataannya, PBOC akan menyuntikkan dana lagi sebesar 100 miliar yuan melalui reverse repo pada Rabu pagi (20/6/2018). Pada hari yang sama ada 50 miliar yuan reverse repo yang jatuh tempo.

PBOC terakhir kali menyuntikkan dana melalui MLF pada 6 Juni 2018. POBC menyuntikkan likuditas sebesar US$463 miliar yuan pada lembaga keuangan termasuk 359,5 miliar yuan dalam bentuk pinjaman lending facility.


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading