Internasional

Lira Terus Anjlok, Turki Kembali Naikkan Bunga Acuan 125 bps

Market - Roy Franedya, CNBC Indonesia
07 June 2018 19:43
Bank sentral Turki juga akan menaikkan one-week repo rate dari 16,5% menjadi 17,75% setelah pertemuan kebijakan moneter (MPC).
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Turki tak mengikuti keinginan Recep Tayyip Erdogan untuk menurunkan bunga acuan. Bank Sentral Turki malah memilih menaikkan suku bunga acuan untuk menolong mata uang lira dan mengendalikan inflasi.

Pada Kamis (7/6/2018), Bank sentral Turki menaikkan suku bunga 125 basis point (bps). Sebelumnya Bank sentral Turki sudah menaikkan tingkat suku bunga darurat sebesar 300 bps pada 23 Mei 2018.

Ini merupakan kenaikan suku bunga acuan kedua dalam dua minggu terakhir. Bank Sentral Turki juga akan menaikkan one-week repo rate dari 16,5% menjadi 17,75% setelah pertemuan kebijakan moneter (MPC).


One-week repo rate telah jadi suku bunga kebijakan sejak 1 Juni 2018, setelah dilakukan perbaikan suku bunga yang telah lama ditunggu-tunggu

Setelah pengumuman tersebut Lira langsung mengalami penguatan 1,7% terhadap dolar AS. Bulan lalu Lira mencatatkan rekor terendah dalam sebulan setelah mengalami depresiasi 4,48% hanya dalam satu bulan. Jika diukur dari awal 2018, Lira telah melemah lebih dari 18% terhadap dolar AS.

Kenaikan suku bunga acuan memang sudah diharapkan oleh pelaku pasar karen inflasi yang tinggi. Pada Mei 2018 Inflasi melonjak dari 10,85% pada bulan sebelumnya menjadi 12,15%.

Dalam pernyataan resminya, bank sentral Turki akan mempertahankan kebijakan moneter ketat sampai "prospek inflasi menunjukkan peningkatan yang signifikan".

"Jika diperlukan, pengetatan moneter lebih lanjut akan dilakukan," ujar bank sentral Turki, seperti dilansir dari AFP.

Senior emerging market sovereign strategist di BlueBay Asset Management Timothy Ash mengatakan keputusan tersebut diharapkan membantu meningkatkan sentimen. "Dan memberikan sedikit kestabilan pada pasar menjelang pemilihan," ujarnya.

Turki akan melakukan pemilihan anggota parlemen dan presiden pada 24 Juni 2018. Erdogan akan mencoba kembali menjadi presiden Turki untuk kedua kalinya setelah dilakukan amandemen konstitusi.

Sebelumnya, Erdogan selalu mendorong bank sentral Turki untuk menurunkan suku bunga acuan. Erdogan menyamakan bunga acuan tinggi sebagai "ayah dan ibu semua setan".


(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading