Nasib Anak Usaha ITMG Pasca Aturan Harga Batu Bara

Market - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
03 April 2018 20:52
Nasib Anak Usaha ITMG Pasca Aturan Harga Batu Bara
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat kinerja positif sepanjang 2017 lalu dan berhasil membukukan laba hingga sebanyak US$ 252,6 juta. Lalu bagaimana di 2018 setelah adanya kebijakan pembatasan harga batu bara oleh pemerintah Maret lalu?

ITMG memiliki dua anak usaha yang menjadi andalan yakni PT Trubaindo Coal Mining (TCM) dan PT Indominco Mandiri (IMM). Untuk TCM, perseroan menargetkan produksi sebanyak 4,4 juta ton batu bara kalori 6.400 Kcal di 2018. Sementara IMM menargetkan produksi 13 juta ton untuk batu bara kalori 5700 dan 5900.




Direktur ITMG Stephanus Demo Wawin memaparkan di Trubaindo harga batu bara mengalami kenaikan, dari semula US$ 89,76 di kuartal I jadi US$ 95,37 di kuartal II ini.

Dengan putusan pemerintah yang membatasi harga batu bara di angka US$ 70 per ton untuk kalori 6300 ke atas, berdasar hitungan ITMG didapatkan selisih harga rata-rata hingga US$ 22 per ton.

Kewajiban memasok pasar dalam negeri (DMO) sesuai aturan semestinya sebesar 25%, dari produksi Trubaindo sebanyak 4,4 juta ton dengan hitungan kasar didapatkan alokasi DMO sekitar 1 juta ton.

"Kami hitung rata-rata selisih harga sekitar US$ 22 per ton [di Q1 2018]. Bila dikalikan dengan DMO itu sekitar US$ 22 juta," kata salah satu Direktur ITM, Stephanus Demo Wawin di Gedung DPR RI, Selasa (3/3/2018).

Tetapi, Stephanus menambahkan Trubaindo sendiri belum menyalurkan batu bara ke PLN sejak 2014. Tahun ini pun, target DMO hanya untuk non PLN sebesar 790 ribu ton.

Sementara untuk Indominco, Stephanus tidak menyinggung berapa potensi tergerusnya keuangan perusahaan. Padahal dari sisi alokasi DMO, Indominco memiliki target lebih besar yakni 3,25 juta ton. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading