Perry Warjiyo, Anak Petani yang Terpilih Jadi Gubernur BI

Market - Herdaru Purnomo & Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
28 March 2018 17:50
Perry Warjiyo, Anak Petani yang Terpilih Jadi Gubernur BI
Jakarta, CNBC Indonesia - Perry Warjiyo akhirnya lolos dari 'ujian' di Komisi XI DPR. Pemilihan Perry Warjiyo di Komisi XI berjalan mulus tanpa ada perbedaan paham di antara 10 anggota fraksi.

"Semua fraksi sudah sampaikan. Keputusan musyawarah memilih Perry," kata Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng, di Gedung DPR, Rabu (28/3/2018).

Perry Warjiyo saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, yang memang habis masa jabatannya di tahun ini juga.


Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo pada 1959. Sebelum ditetapkan sebagai Deputi Gubernur, Perry Warjiyo menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di Bank Indonesia. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia.

Sebelum kembali ke Bank Indonesia pada 2009, Perry Warjiyo menduduki posisi penting selama dua tahun sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund, mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

Perry Warjiyo Petani yang Terpilih Jadi Gubernur BIFoto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki


Perry Warjiyo mempunyai karir yang panjang dan cemerlang di Bank Indonesia sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur.

Perry Warjiyo juga sebagai dosen Pasca Sarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional, di samping sebagai dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia.

Gelar Master dan PhD di bidang Moneter dan Keuangan Internasional diperoleh dari Iowa State University, AS, masing-masing pada tahun 1989 dan 1991.

Perry Warjiyo telah menulis dan mempublikasikan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional.

Perry merupakan seseorang yang sudah sangat paham asam garam sisi moneter, makroekonomi dan ke-banksentralan dengan sederet prestasi dan pengalaman di dalam tubuh bank sentral sendiri. Buku-buku soal Kebanksentralan karya Perry Warjiyo sudah banyak beredar.

Perry Warjiyo, didapuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada tahun 2013 lalu. Ia dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2013 - 2018, pada Senin, 15 April 2013, di gedung Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jakarta.

Pelantikan tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.28/P Tahun 2013 tanggal 5 April 2013. Perry telah melalui 'ujian' di DPR yang tidak hanya sekali dijalani untuk menjabat posisi tersebut sebelum menduduki posisi Dewan Gubernur.

Cukup mengejutkan memang ketika pada 15 Januari 2018 kemarin, surat Presiden Joko Widodo lebih dahulu mengirimkan nama pengganti untuk Pria asal Sukoharjo yang ternyata tempat kelahirannya tak kurang dari 15 km dari tempat sang Presiden sendiri.

Nama Perry tidak muncul dalam surat tersebut. Padahal, Ia masih bisa menjabat satu Periode lagi sebagai Deputi Gubernur pada masa kepemimpinan sesuai dengan Undang-undang Bank Indonesia, masa jabatan Dewan Gubernur selama 5 tahun dan dapat diangkat kembali dalam jabatan yang sama untuk sebanyak-banyaknya 1 kali masa jabatan berikutnya.

Si Anak Petani yang Pro Growth

Perry sendiri pada ujian di DPR mengungkapkan tak pernah mengira bisa mencapai posisi BI-1. Bahkan ia bercerita, dahulu Perry Warjiyo bukanlah siapa-siapa dan berasal dari keluarga miskin.

"Saya orang desa, orang petani, dari keluarga miskin. Lima tahun lalu saya duduk di sini menjalani fit and proper jadi Deputi Gubernur, setelah tiga kali tidak berhasil tapi kita belajar banyak dan kami berterima kasih kepada bapak-bapak [DPR]," papar Perry di Gedung DPR dalam fit and proper testnya, Rabu (28/3/2018).

Dalam pengantar uji kepatutan dan kelayakan, Perry optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 bisa mencapai 5,3%.

"BI diharapkan bersama pemerintah dan semua pihak ikut akselerasi pertumbuhan, Ini yang kemudian saya merasa yakin bahwa menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan sesuatu yang tidak perlu dikontradiksikan, dan peru disinergikan," kata Perry di Gedung DPR, Rabu (28/3/2018).

"Insyallah saya akan bawa BI pro stability dan pro growth. Sehingga kita bisa majukan ekonomi nasional dan mendorong eko kerakyatan. Kalau kita lihat selama ini khususnya 2015 proses pemulihan ekonomi Indoneisa itu terus berlangsung. Kita lihat bagaimana pertumbuhan ekonomi membaik, tahun lalu kita catat 5,07% insyallah 5,1-5,5% antara 5,2-,5,3% tahun ini," papar Perry.

Ia mengatakan, secara nasional stimulus perlu didorong dan kebijakan fiskal harus diarahkan mendorong investasi. BI ke depan akan terus mengantisipasi tantangan-tantangan yang timbul akibat gejolak ekonomi global.

[Gambas:Video CNBC] (dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading