Newsletter

AS-China Perang Dagang, Dunia Meradang

Market - Raditya Hanung & Anthony Kevin, CNBC Indonesia
23 March 2018 06:22
  • IHSG ditutup melemah nyaris 1% pada perdagangan kemarin.
  • Bursa Asia ditutup melemah.
  • Wall Street anjlok, tiga indeks utama turun di kisaran 2%.
  • Perang dagang AS vs China membuat pasar panik. 
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke zona merah setelah hanya sehari bertahan di teritori positif. Hari ini, risiko besar kembali menghantui IHSG yaitu perang dagang dalam skala global. I

HSG ditutup melemah 0,93% ke 6.254,07 poin pada perdagangan kemarin. Sentimen positif dari hasil pertemuan the Federal Reserve/The Fed hanya mampu membawa IHSG menguat sampai akhir sesi I.  

Transaksi berlangsung semarak yaitu senilai Rp 10,26 triliun dengan volume sebanyak 13 miliar saham. Frekuensi perdagangan adalah sebanyak 373.542 kali. 


Koreksi IHSG dipicu oleh aksi jual pada saham-saham bank BUKU IV. BBRI turun 3,67%, BMRI turun 2,44%, dan BBNI turun 4,04%.  

Ketika terdapat sentimen negatif yang tak secara spesifik menargetkan sektor-sektor tertentu, pelaku pasar cenderung melepas kepemilikannya atas saham-saham dari sektor yang berkapitalisasi pasar besar seperti jasa keuangan. Apalagi, sektor ini masih membukukan imbal hasil positif sepanjang tahun ini (+3,19%). 

Selain itu, saham JSMR (-4%) ikut menjadi saham yang berkontribusi besar bagi anjloknya bursa saham domestik. Pelemahan saham JSMR dipicu oleh permintaan Presiden Joko Widodo supaya tarif tol diturunkan karena dinilai sudah terlalu mahal. Hal ini lantas dikhawatirkan dapat menekan kinerja keuangan JSMR sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia. 

Sisi positifnya, investor asing melakukan aksi beli senilai Rp 128,86 miliar. Namun, hal ini tak sepenuhnya menggembirakan, mengingat nilainya sempat mencapai Rp 892,47 miliar pada sesi I. Artinya, sepanjang sesi II investor asing banyak melepas kepemilikannya.  

Saham-saham yang paling banyak diburu investor asing pada perdagangan kemarin di antaranya BLTZ (Rp 968,67 miliar), BBCA (Rp 65,77 miliar), BBTN (Rp 60,86 miliar), SMMA (Rp 50 miliar), dan BBNI (Rp 45,92 miliar). 

Pelemahan IHSG senada dengan mayoritas bursa saham regional yang ditutup di zona merah. Indeks Shanghai Composite turun 0,52%, Hang Seng melemah 1,09%, dan Straits Times terkoreksi 0,56%. (aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading